Ad
Ad
Ad
Category

Travel

Category

News Media – Maluku merupakan salah satu daerah di Indonesia bagian timur yang memiliki keindahan yang unik. Tak perlu bingung, Alat Musik Tradisional Maluku selalu menjadi primadona dan terkenal di kalangan wisatawan yang berkunjung ke sana. Dengan ketenangannya, cara menggendongnya juga cukup beragam.

Ada yang dimainkan dengan cara dipetik, ditiup, digesek, apalagi ditiup. Meski ada berbagai macamnya, sangat disayangkan jika kita sebagai warga negara Indonesia tidak memiliki kendali atas kekayaan budaya asli Indonesia. Sampai di sini, inilah jenis-jenis Alat Musik Tradisional Maluku yang wajib Anda pahami. Ikuti, benar!

1# Tahu atau Korno

Tahu atau Korno

Tahuru atau bisa disebut dengan Korno merupakan salah satu Alat Musik Tradisional Maluku yang berbahan dasar kerikil. Diambil dari slot mpo onlineDulu, warga di Maluku biasa berkomunikasi satu sama lain dengan menggunakan kulit bia atau batu nisan.

Setelah itu berkembang menjadi alat musik konvensional yang berbahan dasar kerikil. Tahuri berasal dari kata “Hua” yang berarti awal, sedangkan “Uri” adalah bunyi uri. Jika digabungkan, Tahuri adalah suara yang berangkat dari dataran alam.

Dahulu, Tahuri atau Korno digunakan sebagai tanda suatu kejadian yang akan terjadi esok hari, memuliakan, dan menyeru para leluhur.

Tak hanya itu, Tahuri juga berperan sebagai pengiring Tari Cakalele, yaitu sebuah pertunjukan seni yang menunjukkan kegagahan dan kegagahan. Selain itu, Tahuri digunakan untuk mengiringi upacara adat dan upacara pelantikan seorang raja.

Tahu dibuat dari kulit kerang yang telah dikeringkan sebelumnya. Sebelum dijemur, kerikil harus dicuci terlebih dahulu hingga bersih dan diberi lubang menggunakan bor. Tahuri merupakan salah satu alat musik yang istimewa karena dibuat 100 persen dari alam.

2# Arababu

arababu

Alat musik dari Maluku selanjutnya adalah Arababu yang bentuknya mirip dengan Rebab. Untuk sastra asal, Arababu tumbuh di wilayah tersebut setelah dibawa oleh para saudagar saat mengedarkan Islam pada abad ke-16.

Bahan dasar alat musik konvensional ini berupa rangka dan memiliki gagang berbentuk bambu. Tak hanya itu, ada juga suara dengung botol berbahan batok kelapa. Meski sekilas mirip, Arababu dan Rebab memiliki perbandingan yang ada dalam satu senar.

Alat musik konvensional ini dimainkan dengan cara digesek menggunakan senar busur. Umumnya Arababu dimainkan dengan alat musik lain seperti fuk – fuk, gong, dan tifa. Namun di era sekarang ini, Arababu harus mampu bertahan dan berjuang dari berbagai instrumen modern yang sudah lama mulai menggantikannya.

3 # Seruling Transversal

seruling melintang

Seruling melintang terbuat dari bahan seperti bambu dengan ujung berinsulasi. Salah satu ujungnya juga dilengkapi dengan satu lubang tiup dan 6 lubang. Alat musik khas Maluku yang dimainkan dengan cara ditiup ini populer dengan sebutan Floit.

Umumnya Suling Melintang dimainkan oleh lebih dari 30 orang dalam bentuk 1, 2, 3, dan 4 akord suara yang keesokan harinya akan terdengar klasik saat dimainkan. Floit hanya ditampilkan saat ada kegiatan adat, pengiring tari konvensional, atau penyambutan pengunjung. Biasanya floit dimainkan berbarengan dengan instrumen lain, baik modern maupun konvensional.

4# Tifa toto dump

lemparan tifa toto

Tifa Totobuang ada 2 jenis alat musik konvensional yaitu Tifa dan Totobuang. Alat musik Tifa adalah sejenis alat musik yang cara memainkannya dipukul seperti rebana. Tifa juga memiliki jam kulit ari yang terbuat dari kulit asli.

Tifa merupakan alat musik konvensional dari kawasan Indonesia Timur yang banyak dijumpai di Papua dan Maluku. Ada beberapa jenis yang bisa dibedakan berdasarkan suara, bentuk dan ukurannya, seperti Tifa Bas, Tifa Jekir Cut. Tifa Jekir, Tifa Bawah, dan Tifa Cut.

Sedangkan Totobuang merupakan alat musik konvensional khas Indonesia Timur yang merdu dan bernada. Totobuang pada dasarnya adalah sejenis gong yang memiliki dimensi kecil dan susunannya berurutan sesuai dengan dimensi bunyi yang berbeda.

Walaupun keduanya merupakan alat musik konvensional dengan kerangka yang berbeda, namun bila dipadukan dan dipadukan akan menghasilkan perbandingan suara dan melodi yang serasi dan baik. Tifa dan Totobuang selalu bermain dalam satu kesetaraan. Hingga saat itu, kerjasama keduanya disebut-sebut sebagai Tifa Totobuang.

5# Ciki

memikirkan

Tifa berasal dari Maluku, begitu juga Ckir. Bahan yang digunakan untuk membuat alat musik konvensional ini sangat sederhana yaitu tempurung kelapa yang diisi dengan biji. Alhasil, cara penyajiannya adalah dengan cara dikocok-kocok agar biji-biji yang ada di dalam batok kelapa mengeluarkan suara.

Banyak yang mengira kalau Ckir sama dengan instrumen konvensional Amerika Latin, yakni Marakas. Tidak hanya dalam bentuk seragam, cara membawakannya juga mirip. Umumnya, Ckir digunakan sebagai pengiring instrumen lain seperti Hitada. Ckir biasanya dimainkan secara beriringan dengan berbagai gaya tari untuk menjaga suasana tetap hidup.

6# Rumba

Rumba adalah Alat Musik Tradisional Maluku yang termasuk dalam jenis perkusi. Bentuk rumba hampir mirip dengan Marakas. Ada juga kesamaan antara Rumba dan alat musik khas Kuba, yang dikatakan para ahli ketika Rumba dibawa ke Ambon oleh pedagang dari Portugal dan Spanyol.

Hampir seperti Ckir, Rumba terbuat dari tempurung kelapa yang diisi dengan batu-batu kecil atau pasir agresif. Alhasil, saat digoyang akan menghasilkan suara yang serasi. Biasanya, rumba digunakan sebagai pengiring aksen lagu gembira.

7# Fu

fu

Fu adalah alat musik tradisional Maluku yang terbuat dari kerikil. Cara memainkan Fu mirip dengan Tahu, yaitu dengan cara ditiup pada lubang di bagian belakang. Suara suara Fu nyaring dan bergema. Untuk memainkan alat musik konvensional ini, diperlukan metode pernapasan yang maksimal.

Untuk Messages-Love.com, Fu merupakan instrumen konvensional yang sebelumnya digunakan sebagai sarana komunikasi antara raja dan rakyat. Raja akan meniup Fu ketika dia akan memberi tahu rakyatnya.

Untuk narasi rakyat, Fu menceritakan tentang seorang anak muda yang tidak tahu apa-apa atau tersesat. Setelah itu, pemuda yang tersesat itu meminta masyarakat setempat untuk meniup nisan yang saat ini disebut alat musik konvensional Fu.

8# bambu hitada

bambu hitada

Salah satu alat musik yang berasal dari Maluku adalah Bambu Hitada. Seringkali, instrumen konvensional ini muncul dalam berbagai kegiatan tradisional di Indonesia Timur. Cara memainkan Bambu Hitada adalah dengan mengetukkan bambu ke tanah. Hasil suara yang dihasilkan adalah suara yang berbeda, terkait dengan seberapa besar dimensi bambu tersebut.

Alat musik konvensional ini biasa dimainkan oleh anak-anak Morotai di berbagai dusun. Biasanya Bambu Hitada dimainkan dengan satu isyarat. Alhasil, suara terdengar keren dan istimewa saat didengar.

Pada pagelaran Morotai 2019, Bambu Hitada sukses memecahkan rekor MURI dengan menampilkan pertunjukan musik yang dimainkan oleh lebih dari 2500 orang. Ribuan pemusik dari berbagai daerah di Indonesia Timur melakukan pembinaan dengan penguatan aturan pertunjukan bambu hitada.

9# Idiochord

idiochord

Idiochords sering diucapkan dengan Tetabuhan. Salah satu Alat Musik Tradisional Maluku bila diamati sejenak mendekati salah satu alat musik konvensional asal Jawa yaitu Siter. Cara membawanya juga mirip, yaitu cara petik. Keanehannya adalah alat musik gesek idiochord ini memiliki 4 buah dawai.

Bahan penting untuk membuat Idiokordo adalah rangka yang sudah dibangun sedemikian rupa. Setelah itu, bingkai akan ditutupi dengan berbagai pahatan yang akan membuat instrumen konvensional ini tampak istimewa. Biasanya Idiokordo dimainkan pada beberapa momen upacara adat, atau bisa juga dimainkan sendiri sebagai bentuk hiburan.

10 # bulu udara

bulu udara

Bulu air merupakan salah satu alat musik konvensional yang berasal dari Maluku yang digunakan sebagai pengiring kegiatan keagamaan. Cara memainkan alat musik konvensional ini adalah dengan menggunakan pipa atau besi yang telah diisi air.

11# Hawai

hawaii

Alat musik Tifa berasal dari Maluku, seperti halnya Hawaii. Hawaiian adalah instrumen yang relatif modern, karena menggunakan gerakan listrik untuk gitar. Instrumen ini terbuat dari 8 kabel yang terbuat dari kawat dan bahan rangka untuk bodi.

Cara membawanya cukup mudah yaitu dengan cara dipetik menggunakan peralatan yang terbuat dari cermin dan piringan besi. Hawaii termasuk jenis alat musik petik seperti ukulele, gitar, hutan, dan drum.

12# Jukulele

jukulele
Media Berita Harian Online Indonesia – MediaBerita.id

Jukulele adalah alat musik yang berasal dari Maluku yang bentuknya seragam dengan ukulele yaitu gitar kecil. Jukulele juga dikenal sebagai Juk dan merupakan jenis alat musik petik lut. Instrumen konvensional ini memiliki 4 kabel dari tangga suara 5, 1, 3, dan 6 atau sol, do, mi, dan la.

Biasanya Jukulele dimainkan sebagai pengiring alat musik Hawaii, keroncong, dan sejenisnya. Namun seiring dengan perkembangan zaman, Jukulele pun dimodifikasi dari rangka menjadi batok kelapa. Perubahan tersebut dicoba oleh warga sekitar.

Bahkan, Alat Musik Tradisional Maluku cukup banyak yang masih dimainkan dan dilestarikan sejarahnya. Sampai saat itu, sebagai warga negara Indonesia yang baik, kita harus bisa melestarikannya. Alhasil, warisan leluhur tidak mudah ditelan zaman yang terus modern. Semoga bermanfaat!