Ad
Ad
Ad
Culinery

6 Kuliner Es Krim Enak di Malang

Pinterest LinkedIn Tumblr

Media-Indonesia.com, Kuliner Es Krim Lezat di Malang – Cuaca panas ini memang sangat bermanfaat untuk menyantap es krim dengan rasa manis yang nikmat dan hawa dingin yang menyehatkan. Di kota Malang terdapat berbagai warung yang menawarkan jenis es krim sesaji dengan rasa dan bentuk yang khas dan berbeda-beda yang masing-masing memiliki keunikan tersendiri. Ini dia 6 Kuliner Es Krim Enak di Malang yang bisa kamu coba!

1. Es Krim Kuliner, Es Pot

Menikmati es krim dalam kerucut, cangkir, cangkir, atau piring adalah hal biasa. Lalu, apa jadinya jika wadahnya adalah vas. Dimana tanaman ini disulap menjadi Es Krim Kuliner. Menariknya, es ini disajikan dekat dengan tanah. Lebih istimewa lagi dengan taburan semacam topping tanaman di tanah.

Yang sedikit terlalu banyak adalah menambahkan saus dark chocolate agar terlihat lebih dekat dengan cacing. Meski menggelitik, rasa Es Jambangan ini enak. Ingin mencoba es krim kekinian di Malang ini? Mampir saja ke Matos Foodcourt.

2. Es Ah

Media Berita Indonesia, Pernah dengar es krim yang satu ini? Ice Ah menawarkan aneka Kuliner Es Krim dengan topping yang beragam. Komposisi esnya halus dengan rasa gurih yang nendang di lidah. Nah, tempat makannya ada di Griyashanta Rolls N Housing Number. 525, Mojolangu, Malang juga sangat aman untuk nangkring atau sekedar bertemu keluarga. Nah, untuk berbagai biaya mulai dari Rp. 5.000– Rp. 20.000. Mengenai pilihan Anda, yang mana?

3. Mochi Maco

mochi maco

Camilan segar berikutnya ini dilatarbelakangi oleh kue mochi Cina yang biasanya diisi dengan kacang hijau. Keanehannya adalah Mochi Maco terbuat dari campuran mochi yang mengandung berbagai rasa Kuliner Es Krim. Ada rasa green tea, chocolate, vanilla, hingga rasa durian. Di toko serupa adalah Jalan Galungung Nomor. 83, Klojendan di Jalur Soekarno Hatta, Lowokwaru, juga ada menu Chicken Maco, Mie Maco Udon, dan Oreo pancake. Biayanya terbilang nyaman untuk kantong. Hingga postingan ini ditulis sekitar Rp. 5.000– Rp. 20.000.

4. Es Krim Hulala

Es Krim Hulala

Es krim ini mulai viral di street food Thailand. Berupa campuran kuliner es krim cair, dicampur dengan buah-buahan atau topping yang dicincang menjadi satu di atas wajan suhu rendah menggunakan sendok khusus. Setelah tercampur rata dan memadat, dessert ini dicukur sampai mendekati roll. Yang terbaru setelah itu disajikan dengan berbagai topping. Ada corn flakes, cococrunch, astor, hingga wafer. Lebih baik lagi jika Anda menambahkan krim kocok dan setetes saus stroberi atau cokelat. Di Malang, jajanan ini bisa kamu temukan di Dinoyo Mall, Lt. 3 Food Court. Biayanya terjangkau, mendekati Rp. 20.000 saja.

5. Es Krim Jumong

Es Krim Jumong

Es Krim Kuliner ini berasal dari Negeri Ginseng, Korea. Ciri khas dari Es Krim Jumong ini ada pada tumpengnya yang tidak biasa. Cone Jumong Ice Cream terbuat dari campuran aci yang sering disebut dengan taiyaki. “Tai” artinya bakar dan “yaki” artinya ikan, atau berupa ikan bakar.

Kelezatan taiyaki berpadu dengan lembutnya es dingin di mulut dengan sangat sempurna. Kedai Es Krim Jumong ini terletak di Malang Town Square, Jalan Pensiunan, Penanggungan, Klojen, Malang. Hingga tulisan ini dibuat, harga per porsinya berkisar Rp. 20.000 menjadi Rp. 30.000, sepadan dengan kenyamanannya.

6. Es Musim Panas

Musim Panas-Es

Media Indonesia – Info Berita Terbaru Hari Ini, Akurat, Terpercaya, Apa jadinya jika Kuliner Buah dan Es Krim digabung? Di Malang, Anda bisa membuat tempat yang menyajikan es krim dengan potongan semangka 2. Tidak hanya diisi es, isiannya juga terdiri dari nata de coco, corn flaker, dan agar-agar. Menu andalan lainnya yang bisa kamu coba di sini adalah ice burger, porsi burger yang diisi dengan es krim. Penasaran dimana? Mampir saja di warung Summer Ice di Nomor Rute Bunga Cengkih. 44 serta di Jalur Ceduk No. 141, Samaan, Klojen.

Itulah awal dari rekor keenam Kuliner Es Krim yang sangat kekinian di Malang dengan keunikannya masing-masing. Jadi, es mana yang paling inovatif atau keren menurut kamu? Nah, kapan nih coba satu per satu?

Comments are closed.