Ad
Ad
Ad
Culture

Asal Usul Hari Anak Sedunia, 20 November

Pinterest LinkedIn Tumblr

Kabarmedia.id, Hari Anak Sedunia – Anak yang lahir di dunia ini adalah anugerah. Hingga, keberadaannya sangat berharga. Apalagi karena sangat berharga bagi PBB untuk membuat UNICEF. Perserikatan Bangsa-Bangsa juga memutuskan untuk bertepatan pada tanggal 20 November setiap tahun sebagai peringatan Hari Anak Sedunia.

Peringatan Hari Anak Sedunia bertujuan untuk mempromosikan pemahaman di antara anak-anak di seluruh dunia dan meningkatkan keselamatan anak. Kampanye tersebut dapat dicoba oleh semua anak di dunia.

Tahun ini juga, UNICEF mengajak semua anak untuk berkontribusi pada Hari Anak Sedunia! Triknya apa ya?

Selanjutnya ini Indonesiavirals.com telah mengumpulkan beberapa data tentang Hari Anak Sedunia. Mulai dari asal usul hingga ulang tahun tahun ini. ikuti ayo!

1. Asal Usul Hari Anak Sedunia

Hari Anak Sedunia dimulai pada tanggal 14 Desember 1954 sebagai Hari Anak Umum. Penetapan Hari Anak bertepatan dengan dibentuknya UNICEF (United Nations International Children’s Emergency Fund) oleh Badan Biasa Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Setelah itu, pada tanggal 20 November 1959, Badan Biasa Perserikatan Bangsa-Bangsa membuat Deklarasi Hak Anak. Kemudian, 30 tahun setelah itu, tepatnya pada 20 November 1989, Badan Biasa Perserikatan Bangsa-Bangsa mendeklarasikan Perjanjian Hak Anak.

Pada tahun 1990, Hari Anak Sedunia menjadi peringatan bagi Badan Biasa Perserikatan Bangsa-Bangsa ketika mengadopsi Deklarasi dan Perjanjian tentang hak-hak anak.

Sejak itu, 20 November diperingati sebagai Hari Anak Sedunia.

2. Setiap orang memiliki tempat penting di Hari Anak Sedunia

Rubrik Berita Media, Mengutip dari laman PBB, setiap orang dapat berfungsi penuh makna di Hari Anak Sedunia. Mulai dari ibu, bapak, guru, perawat, dokter, bos rezim, penggerak, tokoh agama, warga biasa, korporat, media massa, anak muda, hingga anak-anak, anak-anak bisa berperan penting dan menjadikan Hari Anak Sedunia sebagai momen untuk melahirkan anak. keamanan. .

Mereka dapat menginspirasi, mengadvokasi, mengiklankan dan memperingati hak-hak anak.

Tidak hanya itu, dengan diperingatinya Hari Anak Sedunia, PBB memiliki ambisi agar setiap orang dapat menerapkan hak-hak anak ke dalam percakapan dan tindakan yang membuat dunia menjadi tempat yang lebih baik bagi anak-anak.

3. Hari Anak Sedunia 2021

Pada tanggal 20 November 2021, Hari Anak Sedunia diperingati kembali dengan tema “Masa depan yang lebih baik, untuk setiap anak”.

Tema ini diangkat karena pandemi Covid-19 yang terjadi tahun ini telah membuktikan bagaimana ketimpangan mempengaruhi hak setiap anak. Dari perubahan iklim, pembelajaran dan kesehatan psikologis, hingga rasisme dan diskriminasi.

Untuk itu, anak-anak dan remaja dengan dorongan orang tua perlu menyuarakan isu-isu penting untuk menghasilkan masa depan yang lebih baik.

4. Tata cara mengikuti Hari Anak Sedunia 2021

Untuk memperingati Hari Anak Sedunia 2021, PBB mengajak anak-anak usia 13-24 tahun untuk melukiskan pemahaman mereka tentang dunia yang ingin mereka bangun pasca Covid-19. Setelah itu, kirimkan hasil yang dibuat oleh anak Anda ke situs Pesan-Cinta.

Semoga karya-karya yang dibuat oleh anak-anak ibu dapat terpenuhi di masa depan dan membuat semua orang di dunia bahagia dalam menjalani hari-harinya. Antusias dan kemudian Ibu dan Ayah menemani Anak-anak dalam berkreasi dan berbuat baik!

Apa Arti Hari Anak Sedunia Bagi Anak-anak dan Dunia

Arti Hari Anak Sedunia untuk Anak dan Dunia
Sumber: Selamat Hari Ayah Nasional

Pernahkah Anda menindaklanjuti Hari Anak Sedunia? Bertepatan dengan 20 November ini, dunia memperingati kesepakatan mengenai kesepakatan hak anak di berbagai negara.

Memang pada tanggal 1 Juni kita juga merayakan Hari Anak Sedunia, namun ada beberapa hal yang membedakan antara Hari Anak Sedunia dengan Hari Anak Sedunia.

Hari Anak Sedunia lebih menitikberatkan pada rumor tentang perlindungan hukum ketika anak masih mengalami masalah, kemudian menitikberatkan pada pemberian anak yang baik secara psikis, fisik, dan spiritual, kemudian pada pengobatan yang tepat bagi anak, dan juga menegaskan bahwa tidak ada gunanya yang terjadi. Pada anak-anak.

Di sisi lain, pada Hari Anak Sedunia, isu yang dijadikan titik fokus sebenarnya tidak jauh berbeda dengan Hari Anak Sedunia, namun lebih fokus pada pemenuhan hak-hak anak dan menciptakan keselamatan anak.

Oke, untuk lebih memahami kenapa dunia harus memperingati Hari Anak Sedunia, yuk kita coba menuju era selanjutnya, yuk!

Mengapa Perlu Merayakan Hari Anak Sedunia?

Rubrik Media Berita, tepatnya 31 tahun yang lalu, ketika ratusan negara di dunia menandatangani kesepakatan untuk mendeklarasikan kesepakatan tentang hak-hak anak dalam sebuah konferensi PBB.

Bagi Perserikatan Bangsa-Bangsa, Hari Anak Sedunia dapat menjadi momen yang bermakna bagi orang tua, aktivis, tokoh agama, guru, bos rezim, dokter, perawat, media massa, warga biasa, anak kecil, serta anak-anak itu sendiri. untuk menciptakan keselamatan anak.

Antonio Guterres yang merupakan Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa telah menyampaikan catatan kepada negara-negara di dunia untuk bertindak serius dan sungguh-sungguh memaknai Hari Anak Sedunia sebagai dukungan dan bentuk negara-negara yang mengupayakan keselamatan anak. Karena dalam 31 tahun terakhir, negara-negara telah berkomitmen untuk memastikan pemeliharaan kesehatan anak, jaminan makanan yang layak untuk anak, serta perlindungan dan pendidikan.

Hari Anak Sedunia masih menjadi momen penting, karena bagi Guterres, jumlah anak yang menjadi korban perang, perampasan, penyakit, dan juga menerima pembedaan, masih tergolong besar.

Begitu pula dalam ranah pembelajaran. Hak anak untuk mendapatkan pembelajaran yang layak belum terpenuhi secara maksimal. UNESCO telah menghasilkan informasi dalam laporannya yang berjudul “2017 – 2018 Outline of Education Monitoring Report”, bahwa jumlah anak yang belum mendapatkan pembelajaran yang layak di dunia adalah 246 juta.

Kemudian, Direktur Eksekutif UNICEF bernama Henrietta H. Fore juga membagikan penjelasannya tentang masalah penting yang dialami anak-anak saat ini di masa depan:

Mengenai kasus air bersih, udara bersih, dan udara bersih. Ada 300 juta anak, yang pada tahun 2017 tinggal di daerah dengan tingkat polusi udara yang sangat beracun. Akibatnya, sebanyak 600.000 anak di bawah usia 5 tahun berpotensi menghadapi kematian.

Menurut informasi UNICEF, sekitar 75 juta anak dan remaja merupakan akibat dari bentrokan dan bencana alam yang mengganggu aktivitas pendidikan mereka.

Mengenai kasus kesehatan psikologis dan kekurangannya. Organisasi Kesehatan Dunia, Organisasi Kesehatan Dunia, berspekulasi bahwa pada tahun 2016 ada 62.000 anak muda berusia 15 hingga 19 tahun yang meninggal karena melukai diri sendiri. Untuk wilayah negara yang sering menghadapi masalah seperti ini, itu adalah negara berpenghasilan kecil dan menengah.

Tentang kekerasan dan bentrokan. Sebanyak 30 juta anak mengungsi dan meninggalkan tanah airnya karena masalah kekerasan dan bentrokan yang terjadi di negaranya. Mereka pindah karena ingin mendapatkan kehidupan yang lebih baik.

Empat kasus yang dihadirkan Henrietta menjadi pengingat bagi negara-negara di dunia untuk berkomitmen melakukan pembangunan dan memprioritaskan hak-hak anak.

Untuk Hari Anak Sedunia tahun 2020 nanti, UNICEF melalui situs resminya mengutip tema “A day to membayangkan masa depan yang lebih baik bagi setiap anak”. Di sisi lain, pada tahun 2021, UNICEF memiliki peran yang mirip dengan Gallup, melakukan cetak biru yang diberi nama “Changing Childhood”. Cetak biru ini adalah cetak biru tinjauan opini seluruh dunia awal yang menanyakan pemikiran beberapa generasi (15 – 24 tahun dan 40+) di 21 negara tentang bagaimana rasanya menjadi anak-anak saat ini.

Apakah Anda juga memiliki pemikiran yang sama dengan UNICEF jika itu berarti menciptakan dunia yang lebih baik untuk anak-anak? Atau apakah Anda memiliki pemikiran yang berbeda dan memiliki impian untuk anak-anak di dunia ini, khususnya di Indonesia? Kalau iya, tulis di kolom opini ya!

Di masa lalu, Nelson Mandela pernah berkata, “Tidak ada bukti yang lebih pas dari jiwa seorang warga negara daripada hanya metode mereka menganggap anak mereka”.

Ada juga satu catatan yang sangat baik dari mantan Kepala Negara Sindikat Amerika, John F. Kennedy kepada dunia, yaitu “Anak-anak adalah catatan yang kita kirim ke era yang tidak ingin kita temui”. Sebuah catatan yang sekaligus membuktikan betapa pentingnya melindungi dan memenuhi hak-hak semua anak untuk kehidupan dunia di masa depan.

Oh ya, bagi Anda yang ingin mengetahui isi kesepakatan tentang hak anak (jenis-jenis anak), UNICEF melalui situs UNICEF Indonesia menorehkan 42 dari 59 pasal tentang hak anak yang perlu dibenahi.

Ok, selamat Hari Anak Sedunia kan ya teman-teman! Aman untuk dikembangkan dan kemudian dipraktikkan. Dengan Ruanglearning, sekarang Anda bisa membuat metode belajar Anda lebih penuh aksi. Tidak terbatas, ruang dan durasi, juga dapat mengatur Anda sendiri kapan pun Anda mau dan kemudian menambah pengetahuan Anda.

Comments are closed.