Ad
Ad
Ad
Health

10 Pemicu Mata Merah Dan Paling Sering Terjadi

Pinterest LinkedIn Tumblr

Media Berita Online – Pemicu Mata Merah tentunya seringkali tanpa kita sadari, terkadang kita juga sering mengabaikan hal-hal yang dapat memicu mata merah. Tak hanya membuat tidak percaya diri, mata merah juga bisa mengganggu aktivitas Anda sehari-hari. Apalagi tidak hanya itu, keadaan ini juga akan mengganggu kinerja Anda. Lalu, apa yang memicu mata merah? Metode mengetahui tanggapan dalam posting ini.

Berbagai pemicu mata merah

10 pemicu mata merah dan media berita paling umum

Meninjau halaman Viral Harian Indonesia Mata adalah salah satu organ paling sensitif dalam tubuh seseorang. Pasalnya, mata lebih sering terpapar ke luar dan hanya aman di kelopak mata, sehingga mata mudah menghadapi berbagai masalah termasuk mata merah.

Pemicu mata merah juga sangat beragam, mulai dari iritasi mata, sakit mata, atau masalah mata lainnya. Nah, selanjutnya ada berbagai situasi yang bisa menyebabkan mata menjadi merah:

1. memicu mata merah ketika mata terkena sesuatu

Mengutip Media Berita Harian Barang asing yang masuk ke mata seperti pasir atau abu bisa menyebabkan mata juling dan basah. Benda asing akan menggores kornea dan indikasinya adalah kemerahan, mata basah, atau sensitif terhadap cahaya.

Syok atau cedera pada mata yang disebabkan oleh kecelakaan, paparan benda asing atau bahan kimia, operasi baru-baru ini, goresan kecil yang menyebabkan goresan kornea, atau luka bakar juga dapat menyebabkan mata merah.

Hal ini terjadi karena pembuluh darah di mata Anda melebar untuk mengalirkan lebih banyak darah ke luka sehingga pengobatan bisa berjalan lebih cepat. Pelebaran atau terkadang penghancuran pembuluh darah di mata inilah yang menyebabkan mata Anda terlihat merah.

Jika keluhan mata iritasi semakin tidak terbendung, cobalah untuk membilasnya dengan air bersih. Jangan menghancurkan atau menahan mata untuk mencoba menghasilkan benda asing. Jika yang menembus mata adalah benda runcing yang berbahaya, seperti cermin, tutup mata Anda dan segera pergi ke dokter atau ruang gawat darurat.

2. Konsumsi lensa kontak yang tidak tepat

Jika Anda tidak dapat merawatnya dengan baik, lensa kontak dapat mengiritasi kornea dan menyebabkan mata merah. Dalam jangka waktu lama, hal ini bisa membuat mata Anda kering. Bila situasi ini terjadi, tidak sempat memakai lensa kontak. Jika lensa kontak menyebabkan iritasi mata, gantilah dengan yang baru. Jika mata Anda kering, konsultasikan dengan dokter mata atau cari lensa jenis lain. Namun, Anda harus mengurangi penggunaan lensa kontak.

3. Mata kering

Meninjau Berita Harian Online penyebab mata merah lebih lanjut Sindrom mata kering terjadi ketika kelenjar air mata tidak menghasilkan larutan mata yang cukup, baik secara kuantitas maupun kualitas, untuk melumasi mata Anda. Akhirnya, itu membuat mata Anda kering dan teriritasi yang membuatnya terlihat merah.

Anda dapat mendistribusikan obat tetes mata atau air mata buatan setiap 2-3 jam atau sesuai dengan petunjuk yang tertera pada kemasan, untuk membantu meringankan situasi ini.

4. Konjungtivitis

Konjungtivitis, juga dikenal sebagai mata merah muda, adalah peradangan mata yang sangat umum dan tersebar luas. Situasi ini terjadi ketika konjungtiva, yang merupakan jaringan transparan yang menutupi bola mata dan bagian dalam kelopak mata, menjadi meradang. Hal ini menyebabkan pembuluh darah di mata menjadi iritasi dan melebar, sehingga membuat mata tampak merah.

Peradangan umumnya disebabkan oleh virus, kuman, atau jamur. Tak hanya itu, paparan polusi, abu, asap, atau bahan kimia khusus juga bisa memicu mata merah akibat konjungtivitis yang bisa terjadi pada sisi mata atau keduanya. Karena konjungtivitis menyebar luas, maka Anda harus mendapatkan pengobatan sesegera mungkin agar tidak menularkannya ke orang lain.

5. Alergi

Menurut Online Media News, pemicu mata merah juga merupakan tanda alergi mata. Ini terjadi karena respons yang biasa terhadap alergi adalah mata merah. Ketika sistem kekebalan Anda bereaksi terhadap zat asing, seperti abu, ekstrak bubuk, bulu binatang, bahan kimia khusus yang ditemukan dalam riasan atau larutan lensa kontak, tubuh Anda secara alami melepaskan histamin dalam upaya untuk melawan alergen. Akhirnya, histamin menyebabkan pembuluh mata membengkak, yang pada gilirannya membuat mata Anda merah dan basah.

6. Mata lelah

Melihat layar monitor, televisi, atau ponsel terlalu lama secara tidak sadar akan membuat Anda tidak sering berkedip. Sementara itu, berkedip merupakan salah satu cara alami untuk melembapkan mata sehingga dapat mencegah mata kering dan merah.

Untuk mengurangi risiko kelelahan mata karena selalu terpusat pada layar komputer, Anda bisa memakai kacamata anti radiasi yang dirancang khusus untuk mencegah mata terkena cahaya komputer dan mengikuti aturan 20-20-20.

Aturan 20-20-20 merekomendasikan agar Anda mengalihkan pandangan dari layar monitor setiap 20 menit dan mengistirahatkan mata Anda selama 20 detik dengan melihat subjek objek yang berjarak 20 kaki (6 m). Jika diperlukan, Anda juga bisa memberikan obat tetes mata atau air mata buatan untuk melembabkan mata Anda.

7. Uveitis

Menurut Mayo Clinic, pemicu mata merah, uveitis adalah jenis infeksi mata yang mempengaruhi jaringan di lapisan tengah bilik mata (uvea). Keadaan ini menyebabkan mata menghadapi tanda-tanda seperti kemerahan, nyeri, dan penglihatan kabur. Uveitis dapat mempengaruhi satu atau kedua mata, dan dapat terjadi pada semua usia. Beberapa pemicu uveitis adalah peradangan, cedera mata, atau adanya penyakit autoimun. Namun, uveitis seringkali tidak diketahui pemicunya.

8. Glaukoma

Mengutip Daily Media News, pemicu Glaukoma mata merah berikutnya adalah peningkatan berat bola mata yang menyebabkan kerusakan pada saraf optik. Terakhir, pandangan penderitanya juga bisa rentan. Salah satu tanda yang dirasakan oleh penderita glaukoma adalah mata merah, yang juga disertai dengan sakit kepala, pusing, serta mual dan muntah. Jika tidak segera ditangani, glaukoma berisiko menyebabkan kebutaan.

9. Epistaksis subkonjungtiva

Pernahkah Anda melihat seseorang dengan bagian putih matanya yang berwarna merah seperti darah? Situasinya mungkin epistaksis subkonjungtiva. Dalam situasi ini, pembuluh darah di konjungtiva rusak dan menyebabkan darah merembes di antara konjungtiva dan sklera (bagian putih mata). Epistaksis biasanya muncul dalam bentuk bintik-bintik atau bintik-bintik merah darah pada bagian putih mata.

Epistaksis subkonjungtiva dapat disebabkan oleh banyak hal, mulai dari batu dahak yang bersih atau sangat keras, remasan mata, hingga cedera mata lainnya.

10. Masalah kornea

Kornea mata yang bermasalah juga dapat menyebabkan mata Anda menjadi merah. Bersama dengan sklera, kornea merupakan lapisan pertama yang mencegah mata dari debu, bakteri, dan mengatur jumlah sinar matahari yang masuk ke mata.

Salah satu masalah yang dapat terjadi pada kornea adalah keratitis, yaitu infeksi yang disebabkan oleh kuman atau jamur. Iritasi akibat konsumsi lensa kontak juga dapat menyebabkan keratitis.

Cara mengatasi dan menghindari mata merah

Perawatan mata merah umumnya akan terkait dengan apa pemicu utamanya. Misalnya, mata merah yang disebabkan oleh peradangan bakteri mungkin memerlukan penggunaan obat tetes mata dari dokter yang memiliki antibiotik.

Atau, jika mata merah terjadi sebagai reaksi alergi, salah satu cara yang bisa dicoba adalah menjauhi segala hal yang bisa menyebabkan alergi dan mengonsumsi obat antihistamin untuk meredakan gejalanya.

Untuk melindungi kesehatan mata dan mencegahnya dari berbagai masalah, termasuk kondisi mata merah, Anda bisa mencoba tips berikut ini:

  • Manfaatkan kacamata hitam saat bekerja di bawah sinar matahari
  • Jauhi asap rokok dan polusi
  • Makan makanan yang baik untuk kesehatan mata
  • Lakukan pemeriksaan mata secara teratur
  • Jagalah lensa kontak dengan baik
  • Batasi penggunaan pekerjaan elektronik yang sangat lama

Media berita

Comments are closed.