Ad
Ad
Ad
Health

12 Saraf Kranial Yang Mengendalikan Aktivitas Manusia – Indonesia Virals – Indonesia Virals.com

Pinterest LinkedIn Tumblr

Melalui Berita Harian Viral Saraf Cranial merupakan sistem saraf yang terhubung langsung dengan otak dan dapat mengontrol aktivitas manusia atau kita sendiri.

Mengutip sebuah artikel Berita Media Otak merupakan pusat dari segala aktivitas yang dilakukan manusia. Dalam menjalankan fungsinya, otak memiliki banyak bagian yang saling berhubungan. Ada juga salah satunya adalah 12 saraf kranial.

Apa itu Saraf Kranial?

12-Cranial-Nerves-Controlling-Human-Activity-Indonesia-Virals-1

Saraf kranial (saraf kranial) adalah 2 pasang saraf simpatis yang dapat dilihat di bagian bawah atau pangkal otak. Ini adalah bagian penting dari sistem saraf. Dari otak, saraf-saraf ini terhubung ke otot, organ indera, kelenjar, dan organ yang terletak di leher, kepala, dan dada, tanpa harus melewati sumsum tulang belakang.

Mengutip Daily Virals News, oleh karena itu, saraf ini memungkinkan transmisi sinyal listrik atau data sensorik dan motorik langsung ke bagian tubuh ini. Untuk tujuan sensorik, transmisi data ke mata, hidung, mulut, dan telinga memungkinkan Anda untuk mengikuti, melihat, mencium, dan merasakan.

Ada juga transmisi data motorik dari otak ke organ indera dan otot serta kelenjar yang dapat membantu mengatur tindakan. Perbuatan tersebut misalnya memberikan petunjuk kepada mulut untuk berbicara atau makan, menggerakkan otot-otot wajah dan leher, dan sejenisnya.

Selain itu, beberapa saraf kranial lainnya juga dapat memberikan data sensorik dan motorik serta membantu mengontrol organ dalam, seperti jantung dan organ pernapasan. Ada juga semua saraf kranial yang berasal dari 2 bagian otak, yaitu serebrum dan batang otak. 2 saraf kranial berasal dari otak besar, di sisi lain lebih dari batang otak.

Di batang otak, saraf ini dapat muncul dari bagian otak tertentu, baik otak tengah, pons, atau medula. Namun, saraf juga bisa menonjol di tikungan di antara bagian.

12 Bagian Saraf Kranial dan Fungsinya

Ada 12 pasang saraf kranial yang memiliki fungsi berbeda menurut Berita Harian Indonesia. Mengutip halaman Simply Psychology, setiap saraf dipanggil dengan fungsi terkait dan diberi nilai Romawi berdasarkan lokasinya dari depan ke belakang.

Agar lebih jelas, berikut 12 pasang saraf kranial berikutnya dengan kegunaannya masing-masing.

1. Kranial I: Penciuman

Penciuman adalah saraf yang berhubungan dengan fungsi sensorik, yang berhubungan dengan penciuman. Ini adalah salah satu dari 2 saraf yang berasal dari otak besar. Ketika ada bau tertentu, hidung Anda mengirimkan data sensorik melalui saraf penciuman ke bulbus olfaktorius, lalu ke zona limbik, sehingga Anda akhirnya bisa merasakan baunya.

2. Kranial II: Optik

Menurut Daily Updates, saraf optik adalah saraf kranial dengan fungsi sensorik yang berhubungan dengan penglihatan. Saraf ini membawa data dari retina mata ke otak, terutama di bagian korteks serebral yang berfungsi dalam penglihatan, sehingga Anda dapat melihat.

3. Kranial III: Okulomotor

Okulomotor juga berhubungan dengan mata. Namun, saraf ini terkait dengan fungsi motorik yang membantu mata bergerak dan berkedip, fokus pada subjek, dan mengontrol reaksi pupil terhadap cahaya.

Saraf kranial ini berasal dari bagian depan otak tengah yang kemudian bergerak hingga mencapai kelopak mata.

4. Kranial IV: Troklear

Saraf troklear juga terhubung ke motor di mata. Namun, saraf ini mengontrol otot oblik superior, yang berfungsi untuk menggerakkan mata ke bawah dan ke dalam. Ada juga saraf ini yang berasal dari belakang otak tengah dan menuju ke rongga mata, tepatnya di daerah tempat mata memicu otot oblique superior ini.

5. Kranial V: Trigeminal

Meninjau Pembaruan Berita Harian Saraf trigeminal adalah saraf kranial yang paling umum. Jenis saraf ini dibagi lagi menjadi 3 bagian, masing-masing ophthalmic, maxillary, dan mandibular.

  • Oftalmik: Mengirim data sensorik dari kulit kepala, dahi, dan kelopak mata atas.
  • Rahang atas: Mengirim data sensorik dari pipi, dasar kelopak mata, bibir atas, dan lekukan hidung.
  • Rahang bawah: Mengirim data sensorik dan motorik dari lidah, bibir dasar, dagu, dan rahang.

6. Kranial VI: Abdusen

Saraf abducens juga berhubungan dengan fungsi motorik mata. Saraf kranial ini mengontrol otot rektus lateral, yang bertanggung jawab untuk menggerakkan mata ke luar, seperti melihat ke samping. Ada juga saraf yang berasal dari bagian batang otak yang disebut pons, yang kemudian menuju ke otot rektus lateral di rongga mata.

7. Kranial VII: Wajah

Sesuai dengan namanya, saraf wajah adalah saraf yang terhubung dengan wajah. Saraf ini berasal dari zona pons di batang otak di mana terdapat akar saraf motorik dan sensorik untuk saraf ini.

Ada juga fungsi lebih lanjut dari saraf wajah.

  • Mengirim data sensorik dari lidah untuk mencicipi makanan.
  • Menyampaikan data motorik untuk mengatur aksi otot yang berhubungan dengan ekspresi wajah.
  • Menyediakan kelenjar yang membuat air liur serta menghasilkan air mata.

8. Kranial VIII: Vestibulocochlear

Saraf kranial VIII atau vestibulocochlear memiliki fungsi sensorik yang berhubungan dengan fungsi pendengaran dan keseimbangan. Saraf ini terdiri dari 2 bagian dengan kegunaan yang berbeda.

  • Vestibular: Mengumpulkan data tentang telinga bagian dalam dan terkait dengan penyeimbang.
  • Koklea: Terkait dengan sinyal suara dan tuli dari telinga dan mendeteksi getaran dari pemuatan suara dan suara.

9. Kranial IX: Glossofaringeal

Saraf glossopharyngeal dikaitkan dengan kemampuan untuk merasakan dan makan. Saraf ini berasal dari medula oblongata, yang kemudian menyebar ke leher dan kerongkongan.

Ada juga gunanya mengirimkan data sensorik dari telinga luar dan telinga tengah, bagian belakang lidah, dan bagian belakang kerongkongan. Saraf ini juga mentransmisikan data motorik dari 2 kelenjar ludah serta tindakan dari otot-otot di bagian belakang kerongkongan.

10. Kranial X: Saraf Vagus

Saraf vagus adalah saraf kranial terpanjang karena memanjang dari otak ke lidah, kerongkongan, jantung, dan sistem pencernaan. Saraf ini juga memiliki banyak agen, yang terdiri dari sensorik, motorik, dan bebas.

11. Kranial XI: Aparatus tulang belakang

Saraf kranial XI atau aparatus tulang belakang utamanya memiliki fungsi motorik yang berhubungan dengan otot dan tindakan kepala, leher, dan bahu. Namun, jenis saraf ini juga membantu memicu otot-otot laring dan laring yang terhubung untuk makan.

12. Kranial XII: Hypoglossal

Saraf hipoglosus memiliki fungsi motorik yang berfungsi untuk menggerakkan lidah. Saraf jenis ini berasal dari medula oblongata yang kemudian menyebar ke rahang dan mencapai lidah.

Hambatan yang bisa terjalin di saraf kranial

Beberapa situasi medis dapat mengganggu 12 saraf kranial sampai setelah itu menimbulkan gejala. Ada juga tanda yang menonjol yang bisa jadi berbeda dengan bagian saraf yang rusak.

Misalnya, kerusakan saraf optik dapat mempengaruhi penglihatan atau bahkan kebutaan. Sementara itu, masalah penciuman bisa terjadi ketika saraf penciuman rusak. Ada juga pemicu kehancuran yang bisa bermacam-macam, seperti:

  • pukulan,
  • luka parah di kepala,
  • suara yang rendah,
  • neuralgia trigeminal,
  • radang otak,
  • tumor otak,
  • diabetes,
  • dan tekanan darah tinggi.

Jika Anda menghadapi tanda-tanda khusus, jangan ragu untuk segera berkonsultasi ke dokter.

virus indonesia

Comments are closed.