Ad
Ad
Ad
Health

3 Fase Demam Berdarah bagi penderitanya

Pinterest LinkedIn Tumblr
3 fase demam berdarah untuk penderita media berita

Media News – Fase Demam Berdarah Bagi penderita penyakit, tentunya ada fase dimana penyakit menyebar dan menyerang sistem kekebalan tubuh kita, ditandai dengan beberapa gejala yang muncul.

Mengutip halaman Media berita Memasuki pergantian waktu dari gersang ke hujan atau sebaliknya, cuaca biasanya menjadi tidak menentu. Selama masa transisi ini, Demam Berdarah Dengue, nama lain untuk DBD, umumnya lazim. Demam Berdarah sendiri terjadi dalam beberapa tahap timbulnya penyakit. Apa yang harus diketahui tentang siklus atau fase pertanyaan Demam Berdarah (DBD)?

Proses terjadinya penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD)

3 fase demam berdarah untuk penderita berita media 1

Meninjau Rubrik Berita Media. Wabah Demam Berdarah atau DBD terjadi melalui gigitan nyamuk Aedes Aegypti dan Aedes albopictus. Namun, harus dipahami bahwa tidak semua nyamuk Aedes membawa virus dengue.

Hanya nyamuk Aedes betina yang telah terpapar virus dengue yang dapat menularkan virus ke manusia.

Meringkas keterangan dari Pusat Perlindungan Kesehatan, nyamuk Aedes betina dapat terinfeksi virus jika sebelumnya nyamuk tersebut menghisap darah seseorang yang sedang mengalami demam kronis. Demam kronis dapat mulai terjadi sejak 2 hari sebelum suhu tubuh naik hingga 5 hari setelah tanda pertama demam dirasakan. Hal ini juga biasa dikenal sebagai viremia, suatu kondisi yang disebabkan oleh adanya kandungan virus yang besar di dalam tubuh.

Virus tersebut kemudian akan mendekam di tubuh nyamuk segar selama 12 hari ke depan. Cara ini disebut juga dengan masa inkubasi. Setelah tahap atau masa inkubasi virus DBD berakhir, berarti virus tersebut aktif dan nyamuk dapat mulai menularkan demam berdarah ke manusia melalui gigitannya.

Jika nyamuk pembawa virus menginfeksi seseorang, virus akan masuk dan mengalir dalam darah orang tersebut setelah itu mulai menginfeksi sel-sel tubuh yang baru. Ketika tubuh mengenali keberadaan virus, sistem kekebalan tubuh akan segera membuat antibodi khusus yang bekerja mirip dengan sel darah putih untuk melawannya. Respon imun juga melibatkan pelepasan sel T sitotoksik (limfosit) untuk mengidentifikasi dan membunuh sel tubuh yang terkena.

Totalitas metode ini adalah masa inkubasi Demam Berdarah dalam tubuh manusia, yang kemudian diakhiri dengan munculnya berbagai tanda DBD. Gejala biasanya mulai muncul sekitar 4 sampai 15 hari masa inkubasi, setelah gigitan pertama nyamuk pembawa virus dengue.

Tahapan yang harus dilalui saat demam berdarah (DBD)

Mengulas Rubrik Media Berita Orang yang sakit Demam Berdarah atau DBD umumnya melalui 3 tahapan penyakit, mulai dari munculnya gejala pertama sampai benar-benar sembuh.

Siklus DBD ini menunjukkan bahwa tubuh Anda sedang berjuang melawan virus dengue yang dibawa oleh nyamuk. Tahap demam berdarah sering disebut sebagai Daur Sadel Jaran.

Dikatakan demikian karena bila diinterpretasikan, laju perkembangan penyakit tampak tinggi-rendah-tinggi yang mendekati semacam dasar kecondongan penunggang kuda.

Berikut adalah gambaran stadium atau siklus Demam Berdarah Dengue (DBD) yang wajib Anda ketahui.

1. Tahap demam

3 fase demam berdarah untuk penderita berita media 3

Mengutip Rubrik Berita Online, tahap demam adalah tahap awal Demam Berdarah yang terjadi segera setelah virus mulai menginfeksi.

Tanda yang sangat khas yang terjadi pada tahap ini adalah demam hebat lebih dari 40 derajat Celcius yang muncul seketika. Demam hebat umumnya berlangsung 2-7 hari.

Tanda-tanda yang harus diperhatikan selama tahap awal

Seiring dengan demam besar, tanda-tanda DBD pada stadium awal seringkali berupa munculnya ruam merah khas Demam Berdarah di sekujur tubuh dan kulit wajah. Pada tahap ini juga akan timbul keluhan nyeri sendi dan otot di seluruh tubuh serta sakit kepala.

Pada beberapa kasus terdapat tanda-tanda nyeri dan radang kerongkongan, nyeri di dekat bola mata, nafsu makan menurun, hingga mual dan muntah. Tanda-tanda awal ini menyebabkan penurunan jumlah sel darah putih dan trombosit yang akan memfokuskan dokter pada penilaian Demam Berdarah.

Jika demam berlangsung lebih dari 10 hari, mungkin bukan karena Demam Berdarah. Sedangkan pada anak kecil yang terserang DBD, fase Demam Berdarah (DBD) pada usia dini dapat ditandai dengan ketegangan dan demam. Anak-anak mungkin juga ingin menghadapi kehilangan cairan tubuh.

Dibandingkan dengan orang yang lebih tua, anak-anak cenderung kurang larut saat demamnya besar.

Hal-hal yang harus dicoba selama Fase Awal Demam Berdarah (DBD)

Berbagai tanda awal DBD dapat menyulitkan penderitanya untuk melakukan aktivitas sehari-hari. Sebagian besar orang mungkin perlu sakit atau bolos sekolah karena tubuh terasa sangat lemah.

Sampai tahap awal ini, penderita demam berdarah dianjurkan untuk memperbanyak minum air putih. Memenuhi kebutuhan cairan tubuh dapat membantu mengurangi demam dan mencegah pembentukan kehilangan cairan.

Ketika demam petir mereda, itu mungkin berarti Demam Berdarah tidak terlalu akut. Namun, pasien juga harus dipantau karena stadium DBD ini rawan berubah menjadi stadium kritis.

2. Tahap kritis

3 fase demam berdarah untuk penderita berita media 4

Menurut Rubrik Media Harian, setelah melewati tahap demam, orang yang sakit Demam Berdarah rentan menghadapi tahap kritis yang sering menipu.

Tahap kritis disebut menyontek karena pada tahap ini demam akan turun ke suhu tubuh normal (mendekati 37 derajat Celcius) sehingga pasien merasa sudah membaik. Beberapa orang, terutama mereka yang sudah kembali beraktivitas normal.

Sementara itu, bahkan pada tahap inilah situasi Anda bisa menjadi lebih buruk jika penyembuhannya berakhir. Jika langkah ini diabaikan dan tidak ditangani dengan baik, maka trombosit darah akan terus turun.

Penyusutan trombosit yang ekstrem dapat menyebabkan epistaksis yang terkenal.

Tanda-tanda yang harus diperhatikan selama tahap kritis

Selama masa transisi dari stadium ringan ke kritis, pasien akan berisiko lebih besar mengalami kebocoran plasma darah dari pembuluh darah, kerusakan organ, dan epistaksis berat.

Dalam 3 hingga 7 hari pertama setelah melalui tahap demam, penderita DBD sangat berisiko mengalami kebocoran pembuluh darah. Mulai dari sini, itu pertanda Anda sudah memasuki fase kritis Demam Berdarah (DBD).

Tanda-tanda kebocoran pembuluh darah pada Fase Demam Berdarah (DBD) dapat diamati secara nyata. Tanda-tandanya, penderita Demam Berdarah selalu bisa mengalami epistaksis dan muntah-muntah, hingga merasakan sakit perut yang tak terbendung.

Pemeriksaan di makmal juga membuktikan bahwa pasien menghadapi pelebaran organ dalam. Juga harus diakui bahwa tahap kritis juga dapat terjadi tanpa kebocoran plasma yang disertai dengan epistaksis eksternal. Jadi meski dari luar Anda tidak menghasilkan darah, nyatanya tubuh Anda masih menghadapi epistaksis internal yang lebih akut.

Hal-hal yang harus dicoba selama tahap kritis Demam Berdarah

Orang yang masih dalam tahap atau siklus ini, nyatanya harus tetap mengobati demam berdarah meski terlihat segar. Pasalnya, kondisi kesehatan orang tersebut belum sepenuhnya membaik.

Jika tidak segera mendapatkan pengobatan, maka trombosit pasien akan menyusut secara ekstrim dan dapat menyebabkan epistaksis yang seringkali tidak diketahui.

Oleh karena itu, salah satu cara untuk mengatasi siklus kritis atau era DBD adalah dengan mendapatkan penanganan medis sesegera mungkin. Pasien harus cepat ditangani oleh tim medis karena stadium kritis ini berlangsung tidak lebih dari 24-38 jam.

3. Tahap penyembuhan

3 fase demam berdarah untuk penderita berita media 2

Mengulas Rubrik Berita Harian Jika seorang penderita Demam Berdarah Dengue telah berhasil melewati tahap kritis, biasanya ia ingin kembali menghadapi demam. Namun, tidak perlu terlalu khawatir tentang hal ini. Tahap ini bahkan menjadi tanda bahwa penderita Demam Berdarah sudah semakin membaik.

Pasalnya, seiring dengan peningkatan suhu tubuh, trombosit juga akan berangsur-angsur naik ke tingkat normal. Cairan tubuh yang sebelumnya menurun selama 2 tahap awal juga perlahan mulai kembali normal dalam 48-72 jam berikutnya. Era pengobatan Demam Berdarah juga bisa dilihat dari nafsu makan yang meningkat, sakit perut yang mereda, dan tradisi buang air kecil yang juga kembali normal.

Dengan cara biasa, orang yang sakit demam berdarah bisa dikatakan membaik jika jumlah trombosit dan sel darah putihnya kembali normal setelah diamati melalui tes darah khusus untuk demam berdarah. Lamanya waktu yang biasanya dibutuhkan penderita demam berdarah untuk sembuh total adalah 1 minggu.

Pemeliharaan sepanjang siklus Demam Berdarah

Hal yang paling pertama dan sangat penting untuk dicoba adalah segera ke dokter agar Anda merasakan tanda-tanda awal siklus DBD. Dokter besok akan mendiagnosis seberapa akut keadaan DBD Anda, dan memastikan Anda harus dirawat inap atau istirahat di rumah.

Selama siklus atau fase Demam Berdarah (DBD), Anda juga harus banyak mengonsumsi larutan. Larutan yang dimakan tidak hanya bisa didapat dari air mineral, tapi dari buah atau sayur, makanan berkuah lainnya, hingga larutan elektrolit.

Pada siklus awal Demam Berdarah, larutan elektrolit baik untuk diminum untuk menghindari kebocoran plasma yang merupakan risiko tahap kritis. Ilustrasi minuman yang mengandung elektrolit adalah minuman isotonik, susu, oralit, dan jus buah. Tidak hanya itu, Anda juga bisa mengonsumsi makanan yang dianjurkan untuk penderita DBD.

Konsumsi makanan dan minuman yang tepat sangat penting terutama sebelum dan selama Fase Kritis Demam Berdarah Dengue (DBD), salah satunya adalah konsumsi duwet merah.

Biji-bijian merah duwet memiliki trombinol yang dapat memicu tubuh bekerja lebih aktif untuk membuat lebih banyak potongan darah segar. Ini berarti menyebabkan produksi trombosit baru atau trombosit darah.

Namun karena penderita yang masih dalam siklus DBD membutuhkan konsumsi yang mudah dicerna, maka duwet biji merah sebaiknya diolah menjadi jus. Kandungan air dalam jus juga baik untuk mencegah hilangnya cairan tubuh sehingga dapat mempercepat pengobatan Demam Berdarah.

Selama perawatan selama setiap stadium Demam Berdarah (DBD), pasien juga diharuskan istirahat total untuk mempercepat penyembuhan tubuh. Istirahat di tempat tidur, minum obat pereda nyeri, serta minum larutan dan makanan pendamping trombosit dapat mencegah komplikasi akut dari DBD.

https://www.kabarmedia.id

Comments are closed.