Ad
Ad
Ad
Health

Jenis Obat Menstruasi Berdasarkan Fungsinya

Pinterest LinkedIn Tumblr

Media Berita Online – Ada banyak sekali jenis obat untuk mengatasi tanda-tanda haid atau haid yang beredar di pasaran. Namun, agar efektif, memilih obat menstruasi harus sesuai dengan gejala yang Anda rasakan. Oleh karena itu, Anda perlu memahami terlebih dahulu jenis obat menstruasi yang dapat Anda konsumsi dan untuk apa obat tersebut.

Apa saja tanda-tanda menstruasi pada wanita?

Jenis Obat Menstruasi Berdasarkan Fungsinya Media Berita

Meninjau halaman ukflagregistry Sebelum menjajaki setiap penggunaan obat menstruasi, Anda perlu mengetahui indikasinya terlebih dahulu. Pada dasarnya, tanda atau ciri penting dari menstruasi adalah keluarnya darah dari Miss V.

Namun seringkali, epistaksis Miss V ini muncul bersamaan dengan gejala lain yang cukup mengganggu aktivitas Anda sehari-hari, seperti:

  • kejang otot perut atau panggul,
  • sakit punggung dasar,
  • nyeri dada atau bengkak
  • mengidam makanan,
  • perubahan suasana hati atau lekas marah,
  • sakit kepala, atau
  • kelelahan.

Selain yang terjadi bersamaan, tanda fisik dan emosional juga bisa muncul sebelum masa menstruasi dimulai. Keadaan ini kemudian dikenal sebagai sindrom pramenstruasi (PMS).

Mengutip laman OASH dan Daily News Media, PMS biasanya terjadi pada hari-hari setelah ovulasi terjadi. Pada saat ini, kadar hormon estrogen dan progesteron mulai turun drastis jika Anda tidak kelebihan berat badan. Ada juga tanda-tanda bahwa PMS biasanya ringan. Namun, pada beberapa orang, gejala PMS bisa sangat parah sehingga dapat mengganggu aktivitas sehari-hari dan memerlukan pengobatan.

Lantas, apa saja tanda-tanda PMS? Berikut adalah beberapa tanda PMS yang biasa.

  • Payudara bengkak.
  • Wasir atau buang air besar.
  • Perut yang diperban.
  • Kejang otot.
  • Sakit kepala atau sakit punggung.
  • Merasa lelah.
  • Masalah tidur.
  • Perubahan nafsu makan.
  • Masalah dengan fokus atau memori.
  • Perasaan sedih, takut, kaku, atau tekanan mental.
  • Perubahan suasana batin atau lekas marah.
  • Ambisi seks memudar.

Jenis obat haid berdasarkan penggunaan obatnya

Menurut Daily Online News, tanda-tanda PMS dan menstruasi biasanya hilang dengan sendirinya. Ada juga untuk mempermudah tanda ini, Anda bisa mengubah gaya hidup menjadi lebih segar. Misalnya dengan menghindari konsumsi kafein dan alkohol, makan dalam porsi kecil, menghindari asupan garam, atau mengonsumsi karbohidrat dan kalsium dalam porsi besar.

Namun, bagi sebagian wanita, tanda-tanda menstruasi bisa sangat mengganggu, sehingga mereka menginginkan obat.

1. Obat penghilang rasa sakit

Obat pereda nyeri dapat membantu mengurangi nyeri haid yang Anda alami. Tidak hanya itu, untuk obat nyeri haid ini juga dapat membantu mengatasi sakit kepala, sakit punggung, dan payudara bengkak saat sedang haid.

Jenis pereda nyeri yang bisa Anda konsumsi biasanya dikategorikan sebagai NSAID (obat antiinflamasi nonsteroid), seperti ibuprofen atau aspirin. Anda dapat menemukan keduanya dengan mudah di apotek.

Jika nyeri haid tidak kunjung hilang, Anda bisa meminta resep dokter lain untuk meredakan nyeri haid, seperti naproxen atau kodein. Anda juga dapat mencoba parasetamol, tetapi beberapa penelitian menunjukkan obat ini tidak dapat mengurangi rasa sakit.

Menurut News Media Online, agar efektif dalam mengurangi rasa sakit, Anda bisa meminum obat ini tepat sebelum haid dimulai atau di awal haid. Namun, jika Anda mengalami sesak napas, ginjal, atau masalah mental, sebaiknya Anda tidak mengonsumsi ibuprofen dan aspirin.

2. Obat diuretik

Diuretik, seperti spironolakton, adalah obat yang dapat membantu mengurangi penumpukan zat terlarut dalam tubuh. Penggunaan obat ini dapat membantu mengurangi gejala perut dibalut dan payudara bengkak saat menstruasi yang biasanya terjadi karena kelebihan cairan dalam tubuh.

Hanya saja, untuk mendapatkan obat ini sebaiknya tanyakan ke dokter. Dokter Anda akan meresepkan obat diuretik yang tepat untuk situasi Anda. Juga beri tahu dokter Anda jika Anda sedang mengonsumsi obat pereda nyeri jenis khusus.

Pasalnya, pereda nyeri, terutama NSAID, dapat menyebabkan masalah ginjal jika dikonsumsi bersamaan dengan diuretik.

3. Obat antidepresan

Jika PMS Anda terkait dengan masalah emosional, dokter Anda mungkin ingin meresepkan antidepresan untuk Anda. Penggunaan obat ini untuk membantu mengurangi gejala perubahan suasana hati yang sering Anda alami sebelum dimulainya menstruasi.

Mengulas Berita Media Harian Ada juga ilustrasi obat antidepresan untuk menstruasi, yaitu selective serotonin reuptake inhibitor (SSRI), seperti fluoxetine, paroxetine, atau sertraline. Obat ini biasanya diminum setiap hari selama siklus menstruasi Anda. Namun, untuk beberapa wanita dengan PMS, penggunaan antidepresan mungkin dibatasi oleh dokter hingga 2 minggu sebelum menstruasi dimulai.

4. Kapsul kontrasepsi

Dokter mungkin juga meresepkan kapsul kontrasepsi untuk mengurangi rasa sakit saat menstruasi. Mengutip laman NHS, penggunaan kapsul kontrasepsi sebagai obat menstruasi bekerja dengan cara mengencerkan komposisi kandungan dan mengurangi jumlah prostaglandin yang dikeluarkan oleh tubuh Anda.

Struktur rahim yang lebih rata berarti otot rahim tidak perlu berkontraksi sebanyak saat darah dikeluarkan dari tubuh sehingga menstruasi terasa lebih ringan. Namun, mengonsumsi kapsul kontrasepsi dapat memperburuk gejala lainnya.

Karena itu, jika Anda tidak cocok dengan kapsul kontrasepsi ini, dokter mungkin ingin berbagi alat kontrasepsi lain, seperti KB implan, suntik, atau sistem intrauterin (IUS).

Media berita

Comments are closed.