Ad
Ad
Ad
Health

Jenis Olahraga yang Tepat Untuk Ibu Menyusui

Pinterest LinkedIn Tumblr

Mengulas Media Berita Online Bagi Ibu Menyusui, tentunya ada metode olahraga yang cocok sebagai salah satu cara untuk menjaga kebugaran jasmani sekaligus memperlancar produksi ASI yang berkualitas bagi anak.

Beberapa ibu yang baru saja melahirkan dan sedang menyusui mungkin ingin melakukan olahraga untuk mengembalikan berat badan ke ukuran semula. Namun, beberapa ibu mungkin takut bahwa olahraga dapat berdampak pada jumlah dan kualitas ASI mereka. Apakah ini benar? Lalu, jenis olahraga apa yang cocok dan nyaman untuk ibu menyusui? Uraian berikut akan menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut.

Bolehkah ibu menyusui berolahraga?

jenis olahraga yang tepat untuk ibu menyusui media berita 1

Mengutip Daily News Media, responnya tentu bisa. Ibu dapat dan bahkan dianjurkan untuk berolahraga selama menyusui. Olahraga dengan intensitas ringan dan berulang-ulang tidak akan berdampak pada kualitas dan suplai ASI. Jadi, olahraga ringan juga tidak akan mempengaruhi perkembangan kembang anak Anda.

Kandungan asam laktat dalam ASI terbukti sedikit meningkat saat Anda berolahraga dengan serius. Asam laktat diketahui mengubah rasa ASI menjadi asam yang mungkin tidak disukai anak-anak.

Beberapa anak juga dilaporkan banyak bicara saat durasi setelah mengonsumsi ASI dari ibu yang sudah selesai berolahraga. Namun, ini tidak sering terjadi. Lagi pula, berolahraga ringan dan berulang kali sudah cukup untuk sekadar menurunkan berat badan setelah melahirkan. Jadi, ibu tidak perlu melakukan olahraga dengan sangat serius selama masa menyusui.

Tidak hanya itu, peningkatan asam laktat dalam ASI juga belum terbukti mempengaruhi atau membunuh perkembangan anak Anda. Asosiasi Menyusui Australia juga mengatakan olahraga tidak mempengaruhi kandungan ASI lainnya. Ini termasuk nutrisi penting dalam ASI (lemak, protein, dan laktosa), mineral penting (kalsium, fosfor, magnesium, kalium, dan natrium), dan zat pendukung kekebalan lainnya (laktoferin, SIgA, dan lisozim).

Apa saja manfaat olahraga bagi ibu menyusui?

Di sisi lain, berolahraga sambil menyusui sebenarnya bisa memberikan berbagai manfaat bagi ibu dengan berbagai cara.

Berikutnya adalah manfaat olahraga bagi ibu menyusui.

  • Meningkatkan kesehatan dan kesegaran jantung dengan cara biasa.
  • Meningkatkan energi.
  • Membantu mengontrol berat badan.
  • Menguatkan dan mengencangkan otot perut.
  • Meningkatkan kekuatan tulang.
  • Meningkatkan keamanan psikologis.
  • Mengurangi stres mental saat menyusui.
  • Membantu mengatasi stres mental setelah melahirkan.
  • Meningkatkan kualitas tidur.

Tinjauan Majalah Baracuda Konon, meningkatkan aktivitas fisik dalam tradisi setiap hari Anda juga dapat memberikan ilustrasi positif bagi anak Anda sekarang dan di tahun-tahun mendatang.

Olahraga apa yang baik untuk ibu menyusui?

Mengutip Daily Online News Setelah mengetahui manfaatnya, Anda mungkin bertanya-tanya seperti apa olahraga yang tepat, nyaman, dan tepat saat menyusui. Untuk mengetahui responnya, berikut ini referensi jenis olahraga yang bisa dilakukan ibu menyusui.

1. Jalan kaki

Jalur kaki bisa dilalui oleh ibu menyusui sambil menggendong anak atau membawa anak dengan stroller. Ibu dapat melakukan olahraga jalan kaki 30 menit setiap hari selama 5 hari dalam seminggu atau membaginya menjadi 10 menit 3 kali sehari jika Anda takut anak Anda akan banyak bicara dan perlu menyusui dengan cepat.

2. Berenang

Berenang merupakan olahraga yang baik dan nyaman untuk ibu menyusui. Tapi, perlu Anda ingat, kolam renang biasanya mengandung klorin. Meskipun tidak akan mempengaruhi ASI dan bayi, Anda harus mandi sebelum kembali menyusui untuk menghilangkan klorin yang menempel pada kulit Anda.

3. Yoga

Menurut Online Media News, konsentrasi saat menyusui dapat membantu menenangkan pikiran, meningkatkan kualitas tidur, dan mengatasi sakit punggung akibat posisi menyusui yang tidak tepat. Untuk mengetahui manfaat tersebut, ibu-ibu bisa mencoba aksi konsentrasi Parvatasana, Yastikasana, Action Paint, dan Yogendra Pranayamas. Agar lebih optimal, Anda bisa berkonsentrasi dengan instruktur yang lebih paham.

4. Pilates

Sama halnya dengan konsentrasi, ibu menyusui sebaiknya melakukan Pilates dengan instruktur yang lebih paham tentang aksi latihan ini. Namun tentu saja Pilates dapat membantu memperkuat otot-otot penting tubuh, seperti kaki, lengan, dan pinggul, yang dapat mendukung metode menyusui Anda.

5. Bersepeda

Sama halnya dengan jalan kaki dan berenang, bersepeda merupakan olahraga aerobik yang bisa dan baik untuk dilakukan oleh ibu menyusui. Sebagai olahraga aerobik, bersepeda dapat membantu meningkatkan kesehatan jantung Anda. Anda bisa melakukan latihan ini secara bergantian dengan berjalan kaki setiap minggunya.

6. Angkat beban

Seragam dengan Pilates dan konsentrasi, bimbingan angkat beban dapat membantu memperkuat otot-otot tubuh yang dapat menopang ibu menyusui. Ikuti petunjuk untuk mengambil berat badan minimal 2 kali seminggu dengan selalu melakukan latihan aerobik, seperti jalan kaki, bersepeda, dan berenang, sesuai program di atas.

7. Senam Kegel

Bunda tentunya sudah sering mengikuti senam atau senam kegel. Nah, bagi para ibu yang baru saja melahirkan dan menyusui, olahraga ini sangat tepat untuk dicoba. Senam kegel setelah melahirkan dapat memperkuat otot-otot panggul bawah yang berkedut. Lakukan 10 kali aksi senam Kegel setiap hari untuk mengetahui manfaatnya.

8. Push up, plank, dan sit up

Olahraga tidak boleh dilakukan di luar rumah. Para ibu bisa berolahraga sambil mengasuh anak di rumah. Misalnya, melakukan push-up, sit-up, dan plank dua kali seminggu dapat membantu memperkuat otot-otot tubuh Anda saat menyusui.

Panduan senam ibu menyusui

Mengutip Berita Media Harian Untuk mendapatkan manfaat olahraga yang maksimal, dan nyaman untuk dicoba, ibu menyusui perlu memperhatikan panduan olahraga dasar ini.

  • Mulailah berolahraga ketika anak berusia 6 minggu atau lebih, ketika Anda telah membaik setelah melahirkan.
  • Jika Anda menjalani operasi caesar, Anda sekarang dapat mulai berolahraga 6-8 minggu setelah melahirkan atau memeriksakan diri ke dokter.
  • Mulailah berolahraga setelah melahirkan untuk waktu yang lama dan tingkatkan keseriusan dan durasinya secara bertahap.
  • Manfaatkan sport bra yang aman (exercise bra).
  • Pastikan untuk minum banyak air untuk menggantikan larutan yang hilang karena berkeringat.
  • Jika Anda tidak bisa mempercayakan anak Anda untuk berolahraga, lakukan olahraga yang bisa dicoba sambil membawa anak, seperti jalan kaki atau ikut olahraga bersama anak.
  • Kenali setiap situasi Anda. Setiap ibu mungkin menginginkan jenis, keseriusan, dan durasi olahraga yang berbeda.
  • Susui anak Anda terlebih dahulu sebelum mulai berolahraga agar Anda aman dan tenang saat berolahraga.
  • Jika Anda harus menyusui setelah berolahraga, mandilah terlebih dahulu untuk menghilangkan keringat dari tubuh Anda.
  • Jangan lupa lakukan pemanasan sebelum mulai berolahraga dan pendinginan setelahnya.

Media berita

Comments are closed.