Ad
Ad
Ad
Health

Memahami Anovulasi Kondisi Sel Telur Wanita Tidak Bisa Dikeluarkan

Pinterest LinkedIn Tumblr

Rubrik Berita Media – Anovulasi merupakan kondisi dimana sel telur pada wanita tidak lepas dan tentunya ada beberapa hal yang harus dipahami oleh wanita. Siklus menstruasi berkaitan dengan perubahan hormonal dalam tubuh wanita. Kadar hormon harus naik turun pada waktu-waktu tertentu untuk mencapai ovulasi atau pelepasan sel telur. Namun, dalam beberapa situasi, wanita tidak mungkin mengalami ovulasi atau dapat disebut sebagai anovulasi. Selanjutnya adalah deskripsi lengkapnya.

Apa itu anovulasi?

Pengertian anovulasi, kondisi sel telur wanita tidak lepas dari pemberitaan media

Meninjau halaman ukflagregistry Anovulasi adalah keadaan yang terjadi ketika seorang wanita tidak mengalami ovulasi seperti yang dialami oleh wanita normal. Ovulasi adalah cara pelepasan sel telur dari sel telur ibu (indung telur). yang diikat setiap bulan pada wanita.

Diambil dari University of Florida Health dan halaman resmi resep sayaMasalah anovulasi atau ovulasi yang parah adalah penyebab umum infertilitas pada wanita. Sedangkan saat merencanakan kehamilan, Anda perlu mengetahui siklus masa produktif dan ovulasi.

Menurut Rubrik Media Berita, bagaimanapun, ketika anovulasi terjadi, wanita tentu tidak dapat memiliki dua tubuh karena tidak ada sel telur untuk dibuahi dengan air mani. Jika terjadi pada usia produktif, biasanya ada situasi yang mengganggu kadar hormon dalam tubuh atau mengganggu indung telur.

Apa saja tanda dan gejala anovulasi?

Seperti dijelaskan di atas, anovulasi adalah jenis penghambatan ovulasi (disfungsi ovulasi). Umumnya wanita dengan keadaan ini akan menghadapi siklus menstruasi yang tidak teratur. Bisa dibilang, tanda awal anovulasi adalah jadwal menstruasi yang tidak teratur atau tidak teratur. Namun, hal ini tidak selalu terjadi karena setiap orang memiliki situasi yang berbeda.

Mengulas Rubrik Berita Online Dalam situasi yang lebih akut, seorang wanita mungkin tidak mengalami menstruasi sama sekali. Jika siklus menstruasi Anda lebih pendek dari 21 hari atau lebih lama dari 36 hari, Anda mungkin menghadapi disfungsi ovulasi. Jika siklus menstruasi dalam kisaran normal 21-36 hari, tetapi panjang siklus bervariasi setiap bulannya, ini juga bisa menjadi tanda disfungsi ovulasi.

Pemicu anovulasi

Menurut Rubrik Media Harian, ovulasi adalah cara tubuh yang cukup ramah lingkungan. Ini karena ovulasi melibatkan banyak kelenjar, bahan kimia, dan organ yang dilepaskan secara berurutan. Ketika tidak berfungsi dengan baik atau ketika satu bagian macet, masalah ovulasi dapat terjadi.

Beberapa hal atau aspek yang dapat memicu terjadinya anovulasi, antara lain:

1. Sindrom ovarium polikistik (PCOS)

PCOS adalah suatu kondisi ketika hormon androgen (hormon pria) dalam tubuh wanita berlebihan, sehingga terjadi resistensi insulin. Hal ini juga yang menyebabkan adanya kista kecil pada sel telur ibu. PCOS merupakan salah satu pemicu anovulasi karena ketidakseimbangan hormon dalam tubuh.

2. Obesitas

Kelebihan berat badan dapat berdampak pada siklus ovulasi, sehingga terjadi anovulasi. Bahkan, pemicu ini dirasakan oleh 6 persen wanita yang belum sempat menghadapi kehamilan. Sel lemak dapat mempengaruhi fungsi ovarium dan reproduksi lainnya.

3. Berat badan rendah

Selain obesitas, penyebab lain anovulasi adalah ketika berat badan Anda sangat kecil. Hal ini menyebabkan penurunan produksi hormon LH dan FSH. Anda dapat mengetahui indikator massa tubuh yang sempurna di Kalkulator BMI ini.

4. Stres

Hidup dalam situasi yang membuat Anda bahagia dan aman sehingga Anda bebas dari stres. Tekanan pikiran atau kecemasan yang berlebihan dapat menyebabkan hormon GnRH, LH, dan FSH menjadi tidak seimbang, sehingga mempengaruhi kesuburan.

Sampai saat itu, situasi ini juga dapat menyebabkan anovulasi. Tidak hanya itu, potensi pemicu masalah anovulasi atau ovulasi antara lain:

  • Hiperprolaktinemia
  • kekalahan ovarium prematur
  • Perimenopause, atau suplai ovarium rendah
  • Disfungsi tiroid (hipertiroidisme)

Bagaimana anovulasi menyebabkan masalah kesuburan?

Menurut Rubrik Berita Harian. Pada pasangan yang tidak memiliki masalah kesuburan, pembuahan dapat terjadi hampir 25 persen setiap bulan. Apalagi bila ovulasi terjadi dengan cara yang normal, padahal tidak mungkin terjadi kehamilan.

Sementara itu, ketika seorang wanita menghadapi masalah anovulasi atau ovulasi, dia tidak dapat memiliki dua tubuh karena tidak ada sel telur yang dibuahi. Jika Anda mengalami ovulasi yang tidak teratur, Anda memiliki lebih sedikit kesempatan untuk memiliki dua kali lipat, karena Anda lebih jarang berovulasi.

Tidak hanya itu, ovulasi sudah tidak menghasilkan telur dengan kualitas terbaik. Hal ini juga membuat peluang terjadinya fertilisasi menjadi lebih kecil. Tidak hanya itu, ovulasi yang tidak teratur berarti hormon dalam tubuh wanita tidak seimbang.

Ketidakseimbangan hormon ini terkadang dapat menyebabkan masalah lain, termasuk:

  • Kurangnya cairan serviks yang pekat
  • Penipisan atau penebalan endometrium (ruang rahim)
  • Tingkat progesteron yang sangat rendah
  • Tahap luteal yang lebih pendek

Bisakah anovulasi diobati?

Karena banyak faktor yang mempengaruhi hormon dan siklus menstruasi wanita, hingga saat ini belum ada obat untuk anovulasi.

Sampai saat itu, masih ada kemungkinan Anda yang sedang menghadapi situasi anovulasi bisa memiliki dua tubuh meski peluangnya kecil. Jika situasi ini terkait dengan efek eksternal seperti asupan nutrisi atau gaya hidup, memperbaiki pola makan dan olahraga mungkin dapat membantu.

Anda juga perlu mengatur berat badan seperti menambah atau mengurangi berat badan sesuai anjuran dokter. Terkadang ketidakseimbangan hormon menjadi pemicu bagi seorang wanita untuk tidak berovulasi. Dalam hal ini, dokter Anda mungkin akan meresepkan obat kesuburan.

Obat-obatan ini dirancang untuk memerangi masalah kesuburan wanita. Ada obat yang dirancang untuk folikel matang, meningkatkan estrogen, dan membantu ovarium melepaskan telur. Jika diperlukan, dimungkinkan untuk mencoba laparoskopi untuk mengobati masalah kesuburan seperti anovulasi. Dokter akan ingin menentukan mana yang paling cocok untuk situasi Anda.

Berita Media

Comments are closed.