Ad
Ad
Ad
Health

Memahami Apa itu Emboli Paru

Pinterest LinkedIn Tumblr

Berita Media – Emboli paru adalah penyumbatan yang terjadi pada salah satu arteri pulmonalis. Dalam kebanyakan kasus, situasi ini disebabkan oleh bekuan darah dingin yang mengalir ke saluran pernapasan dari kaki, atau lebih jarang dari bagian tubuh lainnya (deep vein thrombosis).

Tinjau halaman informasi kesehatan Media Beita Gumpalan darah dingin membatasi pergerakan darah ke organ pernapasan, sehingga situasi ini dapat mengancam jiwa jika tidak segera ditangani. Mengutip langkah-langkah untuk mencegah penggumpalan darah di kaki Anda akan membantu mencegah Anda dari Penyakit Emboli Paru.

Seberapa umumkah Emboli Paru?

memahami apa emboli paru adalah media berita 4

Dalam berbagai masalah kesehatan, Penyakit Emboli Paru merupakan kondisi yang biasanya dialami oleh para lansia, terutama yang berusia di atas 70 tahun dan menghadapi obesitas. Meski begitu, keadaan ini juga bisa menimpa anak muda karena trombosis anak.

Mengutip Rubrik Berita Media, situasi ini bisa dikatakan berisiko karena bisa berujung pada kematian. Menurut informasi dari Centers for Disease Control (CDC) di Amerika Serikat, jumlah penderita emboli paru di AS mencapai 200.000 orang setiap tahun, dan hampir sepertiga dari mereka meninggal.

Apa saja tanda dan gejala emboli paru?

Ciri-ciri dan tanda-tanda yang sangat khas dari emboli paru adalah:

  • Napas pendek
  • Sakit di dada, keadaan ini bisa berlangsung dalam hitungan menit hingga jam
  • dahak berdarah
  • Detak jantung cepat

Tanda-tanda lain terdaftar:

  • Mual atau muntah
  • Pusing atau sakit kepala
  • Pusat darah rendah
  • Pingsan
  • Berkeringat
  • Suara saat bernafas
  • Tangan berkeringat
  • kulit biru

Mungkin ada tanda-tanda lain yang tidak tercantum di atas. Jika Anda memiliki kebingungan tentang tanda-tanda tertentu, konsultasikan dengan dokter.

Kapan Waktu yang Tepat untuk Konsultasi

Mengomentari Rubrik Media Berita Emboli paru adalah situasi kritis yang mengancam jiwa. Segera dapatkan bantuan medis jika Anda mengalami sesak napas, nyeri dada, batu berdahak dengan lendir berdarah, atau tanda dan gejala yang tercantum di atas. Tubuh setiap orang bereaksi berbeda. Jadi, tanda-tanda yang Anda alami dengan orang lain belum tentu sama. Pastikan Anda selalu bertukar pikiran dengan dokter Anda.

Apa yang memicu emboli paru?

memahami apa itu emboli paru adalah media berita 1

Menurut Rubrik Berita Online. Dalam banyak kasus, emboli paru terjadi ketika gumpalan darah terletak di pembuluh darah sistem pernapasan Anda. Gumpalan darah ini sangat sering berasal dari pembuluh darah kaki bagian dalam, yang dikenal sebagai deep vein thrombosis. Seringkali, penyumbatan pada pembuluh darah juga dapat disebabkan oleh zat selain pembuluh darah, seperti:

  • Lemak dari sumsum tulang yang patah
  • busa udara
  • Bagian dari sel tumor
  • Kolagen atau jaringan lain

Apa yang meningkatkan risiko mengembangkan emboli paru?

Sementara semua orang dapat menghadapi situasi ini, ada beberapa aspek yang membuat Anda lebih berisiko. Dikutip dari Mayo Clinic, berikut adalah faktor risiko terjadinya Emboli Paru:

1. Situasi dan perawatan medis

Kondisi atau perawatan medis yang dapat membuat Anda lebih rentan terhadap emboli paru meliputi:

  • Riwayat penyakit jantung, seperti gagal jantung, stroke, kanker, atau peradangan parah.
  • Menderita kanker, terutama otak, ovarium, kelenjar ludah lambung, usus, lambung, organ pernapasan, dan ginjal, dapat meningkatkan risiko pendarahan.
  • Menjalani operasi adalah salah satu penyebab paling penting dari pendarahan.
  • Beberapa kebiasaan darah dapat membuat alat bantu jalan darah mudah dibuat.
  • Menghadapi tanda-tanda penyakit coronavirus 2019 (COVID-19) juga meningkatkan risiko pengembangan emboli paru.

2. Tetap diam untuk waktu yang lama

Menurut Rubrik Media Harian Bersandar dalam waktu lama bisa membuat pergerakan darah di bagian bawah tubuh tertahan. Hal ini menyebabkan darah terkumpul di dekat pergelangan kaki dan menyebabkan pembengkakan pada varises, yang kemudian berakhir dengan penggumpalan darah.

Ketika darah mengendap dan akhirnya mengembun, gumpalan ini dapat dilepaskan dan mengalir kembali ke jantung, kemudian masuk ke pembuluh paru-paru. Situasi ini dapat terjadi setelah Anda bersandar dan menonton TV selama berjam-jam.

Sebuah penelitian di Jepang dengan judul “Menonton Televisi dan Risiko Kematian Akibat Emboli Paru Diantara Pria dan Wanita Jepang” meneliti 86.024 partisipan yang terdiri dari 36.0006 pria dan 50.018 wanita. Penelitian ini sebenarnya telah dimulai pada akhir 1980-an di 45 wilayah Jepang dengan menghubungkan 110.585 partisipan berusia 40-79 tahun.

Partisipan diminta untuk menghabiskan waktu seperti biasa menonton TV selama berjam-jam per hari dan kemudian dikelompokkan menjadi 3 kelompok. Kelompok awal terdiri dari peserta yang menonton televisi kurang dari 2,5 jam. Kelompok kedua menonton televisi lebih dari 2,5 jam. Kelompok terakhir diminta untuk menghabiskan lebih dari 5 jam menonton televisi.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa kematian akibat emboli paru paling banyak dirasakan oleh partisipan penelitian yang menonton televisi lebih dari 2,5 jam per hari. Rutinitas bertahan sedemikian lama yang akhirnya berujung pada penyakit ini.

3. Aspek risiko lainnya

Tidak hanya aspek-aspek yang telah disebutkan di atas, beberapa aspek lain juga dapat meningkatkan risiko terjadinya emboli paru:

  • perokok aktif
  • Lebih dari 60 tahun
  • Kelebihan berat badan atau obesitas
  • Apakah Anda mengonsumsi kapsul KB atau menjalani pengobatan estrogen?
  • Kehamilan, karena janin dalam kandungan dapat menekan pembuluh darah vena, sehingga memperlambat gerakan jantung ke belakang dan memudahkan pembentukan pembuluh darah vena.

Tidak memiliki aspek risiko bukan berarti Anda bebas dari situasi ini. Faktor-faktor di atas merupakan aspek umum dan hanya sebagai acuan. Anda harus bertanya kepada dokter Anda untuk lebih jelasnya.

Apa tes untuk mendiagnosis kondisi?

memahami apa itu media berita emboli paru 3

Mengutip Rubrik Berita Harian Emboli paru adalah situasi yang sulit untuk dijelaskan, terutama jika Anda menderita penyakit jantung atau pernapasan. Oleh karena itu, dokter mungkin ingin menanyakan riwayat kesehatan Anda dan melakukan pemeriksaan fisik.

Selain itu, dokter mungkin ingin meminta Anda melakukan tes untuk mengetahui Emboli Paru dengan alasan sebagai berikut:

  • Tes darah
  • Rontgen dada
  • USG
  • CT angiografi paru-paru
  • Pemindaian ventilasi-perfusi (pemindaian V atau Q)
  • Angiogram paru-paru
  • MRI

Apa saja pilihan pengobatan saya untuk Emboli Paru?

pahami apa itu emboli paru media berita 2

Pengobatan emboli paru bertujuan untuk melindungi gumpalan darah agar tidak tumbuh besar dan mencegah pembentukan gumpalan baru. Anda perlu dirawat dengan cepat untuk menghindari komplikasi serius atau kematian.

Berikut ini adalah pilihan pengobatan untuk mengobati emboli paru:

1. Obat-obatan

Obat-obatan yang digunakan adalah pengencer darah dan pelarut bekuan darah, seperti:

2. Pembedahan dan metode lainnya

Metode medis yang dapat dicoba untuk mengobati emboli paru adalah:

  • Meningkatkan pembekuan darah. Dokter menghasilkan bekuan darah melalui botol datar elastis (kateter) yang dapat menembus pembuluh darah Anda.
  • Filter vena. Cara ini dapat membantu mencegah masuknya darah ke saluran pernapasan Anda. Metode ini umumnya dicoba bagi mereka yang tidak dapat mengonsumsi antikoagulan.

Penyembuhan di rumah

memahami apa itu emboli paru adalah media berita 5

Beberapa perubahan gaya hidup sehat dan pengobatan rumahan yang dapat membantu Anda mengatasi emboli paru adalah:

  • Konsumsi obat sesuai formula yang diberikan oleh dokter
  • Jauhi tidur atau diam untuk waktu yang sangat lama
  • Menurunkan berat badan jika Anda kelebihan berat badan
  • Angkat kaki Anda lebih besar dari pinggul saat berbaring atau duduk
  • Berhenti merokok dan hindari merokok. Metode ini dapat membantu Anda melindungi kesehatan sistem pernapasan secara keseluruhan
  • Jangan memakai pakaian yang menghalangi pergerakan darah di kaki
  • Mengenakan stoking medis khusus untuk mencegah deep vein thrombosis terutama selama ekspedisi panjang
  • Lakukan medical check up secara rutin untuk mengetahui kondisi kesehatan Anda.

https://www.kabarmedia.id

Comments are closed.