Ad
Ad
Ad
Health

Memahami Jenis Emfisema dan Empiema

Pinterest LinkedIn Tumblr

Media News – Emfisema dan Empiema merupakan penyakit yang menyerang sistem kekebalan tubuh dan mempengaruhi sistem pernapasan.

Mengutip halaman kesehatan Media-Indonesia Meskipun namanya hampir sama, kedua istilah tersebut merujuk pada dua situasi yang sangat berbeda. Ikuti uraian di bagian ini untuk memahami perbandingan antara Emfisema dan Empiema.

Pengertian Emfisema dan Penyakit Empiema

memahami jenis-jenis media berita emfisema dan penyakit empiema 1

Mengulas Rubrik Berita Media Emfisema adalah situasi ketika alveoli, kantung udara yang terdapat di saluran pernapasan, menghadapi kerusakan.

Setiap organ pernapasan memiliki sekitar 300 juta alveolus. Saat Anda menghirup udara, alveolus meregang untuk menarik asam masuk dan mengangkutnya ke dalam darah. Kemudian saat Anda mengeluarkan napas, alveolus turun untuk menghasilkan karbon dioksida dari tubuh.

Pada banyak orang dengan emfisema, alveolus yang cacat akhirnya akan hilang. Akhirnya udara yang tersedak akan terperangkap di alat pernapasan, akibatnya tidak ada ruang bagi asam untuk masuk.

Penderita emfisema biasanya juga mengalami bronkitis berat. Keduanya dapat menyebabkan penyakit paru obstruktif. Sedangkan empiema adalah kumpulan ulkus di rongga pleura, antara organ pernapasan dan dataran dalam ruang dada.

Keadaan ini bisa timbul jika radang kuman di saluran pernapasan tidak segera diobati. Setelah itu, larutan pleura juga terakumulasi dan terpengaruh. Solusi pleura yang terus menjadi padat membuat zona pleura saling menempel dan menghasilkan kantong borok.

Begitu banyak kantong borok yang tercipta, sehingga alat pernapasan akan terus terhimpit dan menyebabkan sesak atau perih napas.

Perbandingan pemicu Emfisema dan Empiema

Menurut Rubrik Media Berita, merokok merupakan aspek penting penyebab emfisema. Merokok tidak hanya mengganggu jaringan pernapasan tetapi juga merangsang saluran udara.

Zat yang terkandung dalam rokok dapat menyebabkan infeksi dan kerusakan silia yang mengelilingi saluran bronkial. Akhirnya, saluran udara membesar dan pembentukan cairan kental meningkat. Saluran udara menjadi lebih sulit dibersihkan, yang membuat penderita sesak napas.

Tak hanya rutinitas merokok, paparan polutan di tempat kerja atau di luar ruangan, faktor genetik, dan usia juga bisa menjadi pemicunya.

Sebaliknya, empiema biasanya terjadi sebagai komplikasi pneumonia akibat peradangan bakteri di saluran pernapasan. Pneumonia yang gagal diobati dapat berkembang menjadi empiema. Beberapa jenis bakteri yang dapat menyebabkan kondisi ini adalah Streptococcus, Staphylococcus aureus, dan Pseudomonas.

Pemicu lain dari empiema termasuk pelebaran abnormal saluran pernapasan (bronkiektasis), pembekuan darah di jaringan pernapasan, komplikasi akibat peradangan setelah operasi dan endoskopi, dan tuberkulosis.

Anda lebih rentan terhadap penyakit ini jika Anda menderita diabetes, memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah, mengalami refluks asam, atau memiliki kebiasaan minum alkohol secara teratur.

Bagaimana perbandingan tanda antara Emfisema dan Empiema?

Menurut Rubrik Berita Online, dua situasi ini dapat memunculkan tanda-tanda yang seragam. Beberapa pertemuan yang mungkin dialami pasien dengan Emfisema dan Empiema meliputi:

  • kesulitan bernapas, terutama saat berolahraga
  • sakit dada,
  • kecemasan karena tidak dapat menghirup udara yang cukup,
  • batu dahak selalu, dan
  • merasa lemah dan tidak berdaya.

Soalnya, banyak penderita emfisema biasanya juga menghadapi perubahan performa imun tubuh berupa bentuk dada yang terlihat lebih terlihat dan bulat. Situasi ini disebut peti barel. Barrel chest dapat terjadi karena adanya akumulasi udara di dalam dada. Pasien yang menghadapi tanda ini berarti mereka telah menembus langkah sambungan emfisema.

Mengutip Rubrik Media Harian Tanda-tanda awal emfisema seringkali tidak terasa hingga jaringan alveolus alat pernapasan menghilang hingga 50% atau lebih. Salah satu tanda awal penyakit ini adalah sesak napas dan kelelahan yang sering disalahartikan sebagai penyakit lain. Sampai saat itu, Anda mungkin telah berurusan dengan emfisema selama bertahun-tahun sebelum Anda mulai memperhatikan tanda-tandanya.

Sementara itu, penderita penyakit empiema bisa merasakan gejala demam. Batu berdahak akibat empiema juga sering disertai keluarnya lendir yang memiliki borok. Banyak orang dengan empiema baru-baru ini dirawat atau menemui dokter setelah 15 hari mengalami gejala.

Bagaimana perbandingan dalam mengobati Emfisema dan Empiema?

Menurut Rubrik Berita Harian Hingga saat ini, emfisema belum ada obatnya. Penyembuhan diupayakan dengan tujuan memudahkan tanda-tanda dan memperlambat destruksi alveolus. Dokter akan memberikan pengobatan sesuai dengan tingkat keparahan penyakitnya.

Berbeda dengan emfisema, tujuan pengobatan empiema adalah untuk memulihkan peradangan dan menghilangkan kumpulan borok dari saluran pernapasan. Setelah perawatan, banyak orang dengan empiema dapat membaik secara keseluruhan.

Pada emfisema, jenis perawatan dapat mencakup pengobatan, pengobatan, dan pembedahan. Umumnya obat yang digunakan adalah obat bronkodilator dan obat anti inflamasi.

Obat bronkodilator bekerja untuk mengurangi batu dahak dan sesak napas dengan cara melenturkan otot-otot di dekat saluran udara. Di sisi lain, obat anti-inflamasi bekerja untuk mengurangi infeksi di saluran udara.

Seringkali, dokter menyarankan pasien untuk menjalani pengobatan asam. Biasanya pengobatan ini dicoba oleh pasien yang tidak mendapatkan cukup cadangan asam ke dalam darah, sehingga mereka perlu mendapatkan lebih banyak asam melalui mesin.

Jika situasi Anda memerlukan pembedahan, dokter Anda mungkin menggunakan metode pengurangan paru-paru untuk mengangkat beberapa jaringan pernapasan yang sakit. Hal ini dicoba dengan tujuan untuk mengurangi fokus pada otot-otot pernafasan dan meningkatkan kelenturan alat pernafasan.

Di sisi lain, dalam mengobati empiema, dokter biasanya meresepkan antibiotik untuk melawan kuman. Antibiotik dapat diberikan melalui mulut atau dimasukkan langsung ke dalam vena melalui infus.

Selain itu, pasien juga harus menjalani metode drainase dada untuk menghasilkan borok di saluran pernapasan. Metode ini melibatkan mengeluarkan larutan melalui tabung plastik yang dimasukkan melalui ruang dada.

Jika kondisi pasien tidak kembali pulih meski telah melakukan 2 perawatan sebelumnya, dokter dapat melakukan pembedahan untuk mengangkat struktur pleura yang penuh sesak sehingga alat bantu pernapasan dapat berfungsi seperti semula.

https://www.kabarmedia.id

Comments are closed.