Ad
Ad
Ad
Health

Memahami Jenis Obat Antasid untuk Asam Lambung

Pinterest LinkedIn Tumblr

Rubrik Berita Media – Pernahkah Anda mendengar tentang Antasida? Obat ini umumnya digunakan untuk meredakan saat asam lambung naik yang tentunya merupakan tanda bahwa kita sedang mengalami penyakit maag atau GERD. Sadar atau tidak, Anda atau seseorang yang dekat dengan Anda mungkin pernah menggunakan obat ini. Antasida memang tidak dijual dengan nama yang sama, tetapi dengan beberapa jenis merek bisnis yang berbeda. Ingin tahu lebih banyak tentang obat antasida untuk refluks asam? Ikuti penjelasan selanjutnya ini, ya!

Antasida Adalah Obat Saat Asam Lambung Naik

memahami jenis-jenis obat antasida untuk asam lambung media berita 1

Meninjau halaman Viral Harian Indonesia Secara alami, alat-alat dalam sistem pencernaan manusia sebenarnya memiliki metode perlindungannya sendiri terhadap larutan asam. Namun, pembentukan asam oleh saluran pencernaan dapat melebihi kandungan normal, sehingga menyebabkan kerusakan pada saluran pencernaan.

Kadar asamnya bisa mencapai pH 2–3, di mana jumlahnya terus sedikit dan tingkat keasamannya meningkat. Sedangkan dalam kadar yang wajar, asam seharusnya berfungsi untuk membantu pencernaan protein.

Misalnya, komposisi lambung, usus, atau tenggorokan. Terakhir, akan terjadi infeksi dan iritasi yang menandakan adanya masalah pada saluran pencernaan seperti gastroesophageal reflux disease (GERD) dan tukak lambung.

Menurut Rubrik Media Berita, salah satu upaya yang dapat dicoba untuk mengatasi peningkatan asam lambung adalah dengan mengonsumsi obat antasida. Jadi, dapat disimpulkan bahwa antasida adalah obat yang berfungsi untuk menetralkan kandungan asam lambung.

Apa Bentuk Obat Antasid

Antasida adalah salah satu obat bebas (OTC). Artinya, Anda bisa dengan mudah mendapatkan obat ini di apotek tanpa harus menebus formula dokter terlebih dahulu. Sebelum membelinya, sebaiknya lihat dulu bentuk antasida antasida yang sesuai dengan keinginan Anda. Macam-macam bentuk antasida adalah sebagai berikut:

  • Antasida dalam bentuk cair.
  • Antasida dalam bentuk pil kunyah.
  • Antasida berbentuk pil yang larut dalam air.

Sedangkan ilustrasi untuk merek obat antasida adalah Maalox, Rolaids, Tums, Alka-Seltzer, Mylanta, Gaviscon, Gelusil, Pepto-Bismol, dan Alternagel.

Apa manfaat antasida?

Mengulas Rubrik Berita Online Manfaat penting antasida adalah kemampuannya membantu menetralkan kandungan asam lambung. Obat ini bekerja efektif untuk mengobati berbagai gejala yang berhubungan dengan peningkatan asam lambung yang dijelaskan di bawah ini.

  • Nyeri di dada seperti terbakar (mulas), yang juga bisa mengalir hingga ke tenggorokan.
  • Rasa tidak aman pada tubuh, terutama saat tidur.
  • Kendala pada sistem pencernaan, yang menyebabkan perut terasa sakit atau tidak aman, merasa kenyang dan dibalut gas, hingga sendawa yang berlebihan.

Khasiat tersebut diperoleh berkat kandungan bahan-bahan dalam antasida, seperti aluminium karbonat, kalsium karbonat, magnesium oksida, dan natrium bikarbonat, yang bersifat basa (alkali). Tak hanya itu, beberapa jenis antasida juga mengandung simetikon dan alginat. Simethicone merupakan zat yang dapat membantu mengurangi kelebihan gas dalam tubuh.

Sedangkan alginat merupakan zat yang berfungsi lebih untuk membantu mengurangi gejala akibat peningkatan asam lambung. Beberapa kandungan bahan tersebut akan membantu mengurangi peningkatan produksi asam lambung.

Artinya, perlu digarisbawahi bahwa obat antasida hanya berfungsi untuk mengatur atau menetralkan jumlah asam dalam saluran pencernaan. Antasida tidak dapat membantu menghindari pembentukan asam lambung.

Semua jenis antasida yang beredar di pasaran pada dasarnya dapat meredakan keluhan terkait asam lambung. Namun, perbandingan isi setiap materilah yang mempengaruhi beberapa hal.

Kondisi ini termasuk lamanya waktu obat dimulai, durasi penggunaan terakhir obat, dan kemungkinan interaksi dan kompatibilitas dengan obat lain.

Bagaimana cara minum antasida?

Mengutip Rubrik Media Harian, aturan minum antasida sama dengan obat jenis lain, yakni sesuai petunjuk pada kemasan obat. Patuhi juga anjuran minum yang diinformasikan oleh dokter atau apoteker. Jika antasida yang Anda minum adalah pil kunyah, cobalah mengunyahnya sampai lunak lalu lanjutkan minum air putih.

Jika obat berbentuk cair, kocok botol obat sebelum dituangkan ke dalam spatula takar obat. Antasida dapat diminum 1 jam sebelum makan atau 1 jam setelah makan. Obat ini nyaman dikonsumsi saat perut kosong atau terisi makanan.

Apa efek samping yang akan timbul?

Efek samping obat antasida sebenarnya tidak terlalu sering terjadi jika Anda meminumnya dengan benar. Biasanya, efek samping akan timbul bila dimakan dalam dosis berlebihan atau dalam jangka waktu yang lebih lama dari yang dianjurkan.

Beberapa kemungkinan efek samping antasida adalah:

  • sakit air,
  • kandungan kalsium berlebih
  • kejang perut,
  • sembelit (wasir),
  • mual,
  • muntah juga
  • perut yang diperban.

Mengkonsumsi obat antasida dalam dosis yang sangat besar terutama dalam jangka waktu yang lama juga dapat menyebabkan peningkatan kandungan asam. Keadaan ini biasanya terjadi ketika produksi asam meningkat setelah makan dan minum.

Perhatikan ini sebelum minum obat antasida

Mengulas Rubrik Berita Harian Antasida pada dasarnya nyaman untuk diminum siapa saja. Namun dengan memo tersebut, jika Anda memiliki kondisi medis khusus, jangan ragu untuk bertanya kepada dokter terlebih dahulu. Misalnya, bagi penderita gagal jantung, umumnya dianjurkan untuk membatasi konsumsi natrium untuk menghindari akumulasi larutan.

Lain halnya dengan penderita gagal ginjal yang berisiko mengalami penimbunan kandungan mineral aluminium dan bermasalah dengan peningkatan kadar elektrolit setelah mengonsumsi obat antasida.

Beberapa ilustrasi situasi medis harus diinformasikan kepada dokter atau apoteker. Jadi, Anda akan diberikan jenis obat antasida atau obat pengganti lain yang sesuai dengan kondisi kesehatan Anda.

Jangan lupa untuk memberi tahu dokter dan apoteker Anda jika Anda rutin mengonsumsi obat jenis tertentu. Pasalnya, antasida berisiko menimbulkan interaksi dengan berbagai jenis obat, baik obat bebas maupun obat formula.

Berita Media

Comments are closed.