Ad
Ad
Ad
Health

Mengobati Gejala Apendisitis pada Remaja

Pinterest LinkedIn Tumblr

Rubrik Media Berita – Apendisitis atau dalam istilah medis disebut dengan usus buntu adalah suatu keadaan dimana usus buntu mengalami infeksi. Ini adalah penyakit yang bisa dialami di usia muda. Apa saja tanda-tanda radang usus buntu pada orang muda dan bagaimana cara mengobatinya? Ikuti uraiannya di sini, ya!

Apa saja tanda-tanda radang usus buntu pada remaja?

mengobati gejala radang usus buntu pada remaja media berita

Mengulas laman Indonesian Daily Virals Apendiks adalah sebuah alat kecil berbentuk tabung yang menempel di usus besar. Alat ini terletak di perut bagian bawah di sisi kanan. Di awal masa remaja, umumnya tanda-tanda radang usus buntu mulai terlihat. Situasi ini berpotensi menyebabkan infeksi usus akut.

Tanda penting radang usus buntu (apendisitis) pada anak kecil adalah demam ringan dan nyeri di dekat pusar. Mungkin Anda ingin menganggapnya sebagai sakit perut biasa. Namun, rasa sakit biasanya meningkat dengan buruk dan menyebar ke sisi kanan perut.

  • Jika anak Anda sakit perut, waspadai tanda-tanda radang usus buntu berikut ini.
  • Nyeri hebat, terutama di dekat pusar atau di sisi kanan bawah perut.
  • Rasa sakit mungkin datang dan pergi pada awalnya, kemudian pergi dan menembus.
  • Sensasi menyengat terus meningkat saat bergerak atau naik transportasi.

Menurut Rubrik Berita Media, tidak hanya tanda-tanda di atas, anak-anak juga bisa menghadapi tanda-tanda seperti:

  • pusing,
  • kehabisan nafsu makan,
  • mual dan muntah seperti mabuk,
  • sering Syair dalam jumlah kecil dan berdahak, dan
  • perut membesar.

Mengutip Rubrik Berita Online. Jika Anda mencurigai adanya tanda radang usus buntu pada anak Anda yang masih kecil, segera periksakan ke dokter agar dapat segera ditangani. Semakin cepat perawatannya, semakin mudah perawatannya. Sedangkan jika keadaan ini tidak diobati, radang usus buntu bisa rusak dan bisa berakibat fatal.

Tanda radang usus buntu yang rusak pada orang muda yang perlu diwaspadai

Meninjau Rubrik Media Harian Setiap orang mungkin menghadapi rasa sakit yang berbeda. Pada anak kecil, tanda-tanda usus buntu yang rusak dimulai dengan nyeri perut yang samar-samar di dekat pusar. Rasa sakit terus menjadi sangat intens di dasar sisi kanan perut. Rasa sakit ini mirip dengan ketika perut penuh dan ditekan secara bersamaan.

Radang usus buntu yang tidak diobati bisa rusak dan kuman di dalamnya bisa menyebar ke seluruh bagian perut sehingga menyebabkan peritonitis. Selain itu, mengutip situs My Cleveland Clinic, kuman dapat menginfeksi pembuluh darah yang dikenal dengan istilah sepsis.

Pecahnya usus buntu adalah situasi berbahaya yang dapat mengancam jiwa. Segera bawa dia ke unit gawat darurat terdekat jika Anda mengalami tanda-tanda radang usus buntu yang serius pada anak kecil Anda, seperti:

  • rasa sakit yang menyebar di seluruh perut, juga
  • demam besar yang mencapai 40°Celcius.

Cara mendiagnosis radang usus buntu pada remaja

Setelah memeriksa tanda-tanda dugaan radang usus buntu pada anak kecil, dokter akan melakukan beberapa tes untuk memastikan situasinya. Apendisitis (radang usus buntu) dapat didiagnosis melalui pemeriksaan fisik dan riwayat kesehatan global.

Tidak hanya itu, dokter mungkin ingin merekomendasikan pemeriksaan lebih lanjut.

  • Tes darah untuk mencari tanda-tanda peradangan.
  • Tes urin (urianalisis) untuk melihat apakah ada peradangan pada urin.
  • Gambar rontgen untuk melihat gambaran lengkap usus.
  • Pemeriksaan USG, CT scan, atau MRI untuk melihat kondisi usus buntu.

Cara menyembuhkan radang usus buntu pada remaja

Mengutip My Cleveland Clinic dan Rubrik Berita Harian, seringkali tanda-tanda radang usus buntu ringan pada orang muda dapat diobati dengan antibiotik. Namun, pada kenyataannya, kondisi radang usus buntu lebih sering membutuhkan pembedahan untuk mengangkat usus buntu yang meradang.

Sebaiknya jangan tunda lagi jika dokter menganjurkan anak Anda untuk menjalani operasi usus buntu (apendiktomi). Jangan sampai usus buntu rusak dan penyembuhannya akan lebih kompleks. Anda tidak perlu takut karena tubuh anak akan parah tanpa radang usus buntu. Pasalnya, alat ini sebenarnya tidak memiliki kegunaan khusus untuk tubuh.

Meski begitu, radang usus buntu bisa sulit untuk dijelaskan. Oleh karena itu, dokter mungkin tidak merencanakan operasi usus buntu sampai tanda-tanda radang usus buntu pada anak Anda berkembang.

Untuk menghilangkan area yang meradang, dokter dapat memilih salah satu cara berikut:

  • laparoskopi, adalah membuat sayatan kecil di perut, atau
  • laparotomi, adalah membuat sayatan besar di perut.

Prosedur yang dipilih disesuaikan dengan situasi inflamasi. Laparotomi biasanya ditujukan untuk mengobati masalah usus buntu yang lebih akut. Dokter akan memberi anak Anda larutan infus dan antibiotik sebelum dan sesudah operasi. Ini membantu menghindari masalah seperti peradangan.

Dokter juga mungkin mendapatkan pereda nyeri jika diperlukan. Jika anak Anda menderita radang usus buntu yang rusak, ia mungkin perlu tinggal di rumah sakit lebih lama setelah operasi. Dokter akan memberikan tindakan tambahan untuk membunuh kuman yang masuk ke dalam tubuh.

Berita Media

Comments are closed.