Ad
Ad
Ad
Health

Pahami Ciri-Ciri Kulit Dehidrasi dan Atasinya

Pinterest LinkedIn Tumblr

Media Berita Online – Kulit dehidrasi merupakan salah satu kendala terpenting dalam merawat kulit. Ada banyak produk perawatan kulit yang mengklaim bisa mengatasi situasi ini. Namun, dehidrasi sering dikacaukan dengan kulit kering. Untuk itu, ikuti penjelasan lebih lanjut tentang Dehidrasi pada kulit di sini.

Apa itu kulit dehidrasi?

Pahami Ciri-Ciri Kulit Dehidrasi Dan Mengatasinya Media Berita 1

Mengutip Halaman Viral Harian Indonesia Kulit dehidrasi adalah suatu kondisi ketika kulit kekurangan air. Dehidrasi memang bisa membuat kulit terlihat kering, namun keadaan ini berbeda dengan kulit kering. Kulit kering adalah kondisi genetik yang membuat lapisan atas kulit sulit mempertahankan kelembapan alaminya. Sementara itu, kulit dehidrasi dipicu oleh efek eksternal dan seringkali dapat dilindungi dengan menyesuaikan gaya hidup.

Apa yang memicu kulit dehidrasi?

Mengulas laman Daily News Media, tentunya kulit dehidrasi bisa terjadi karena beberapa faktor, dan tanpa kita sadari terkadang kita sering melakukan hal ini. Apa saja pemicu kulit dehidrasi, simak ulasannya di bawah ini.

1. Kurangnya konsumsi air

Kurangnya konsumsi air putih pasti akan menyebabkan dehidrasi pada tubuh. Ini akan mempengaruhi jumlah air di semua peralatan, termasuk kulit. Oleh karena itu, hal ini membuat kulit tidak maksimal menjaga kelembapannya. Tak hanya itu, perlindungan kulit juga akan berkurang jika kadar airnya tidak terpenuhi.

2. Daerah panas dan kering

Kondisi daerah yang sangat kering juga menyebabkan kulit kekurangan air. Pasalnya, udara kering akan menarik uap air dari mana saja, termasuk dari tanah tubuh. Paparan panas juga menyebabkan seseorang berkeringat. Jika Anda terlalu banyak berkeringat, maka kadar air dalam tubuh, terutama di kulit, akan berkurang.

3. Penghancuran susunan penjaga kulit

Berbagai penelitian juga menemukan bahwa kulit dehidrasi juga dipicu oleh rusaknya struktur pelindung kulit atau skin barrier. Rusaknya sawar kulit membuat kulit tidak mampu menahan air di dalamnya. Akhirnya, air juga mudah menguap dari kulit dan menyebabkan dehidrasi.

Beberapa faktor yang menyebabkan rusaknya struktur pelindung kulit, adalah:

  • sering terkelupas
  • gunakan sabun yang sangat kuat,
  • paparan sinar matahari yang lama,
  • diserang oleh faktor alergi material, dan
  • menggunakan campuran perawatan kulit yang merangsang kulit.

Apa identitas kulit dehidrasi?

Mengutip Daily Online News Memang, identitas kulit dehidrasi bisa didekati dengan kulit kering. Bedanya, kulit dehidrasi memiliki tanda-tanda khas seperti:

  • kulit terasa kering,
  • kulit keriput,
  • Kelebihan minyak menumpuk untuk menyeimbangkan ion saat dikelilingi oleh molekul kulit,
  • mencuat garis lembut,
  • mata cekung, dan
  • warna kulit juga terlihat tidak lengkap.

Dalam situasi yang lebih akut, kelenturan kulit bisa sangat berkurang. Hal ini ditunjukkan dengan bentuk kulit yang membutuhkan waktu lama untuk kembali ke keadaan semula setelah terjepit. Kulit kering memang memiliki beberapa tanda di atas. Hanya saja, perbandingan kulit dehidrasi dan kulit kering adalah kulit tidak mengkilap karena tidak memiliki kandungan minyak yang cukup.

Tak hanya itu, kulit kering tidak membuat mata cekung karena tubuh belum tentu menghadapi dehidrasi.

Cara mengatasi kulit dehidrasi

Mengulas Media Online Harian Ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mengembalikan kadar air pada kulit. Berikut cara merawat dan menjaga kulit agar bebas dari dehidrasi.

1. Manfaatkan produk perawatan kulit dengan kandungan humektan

Bahan produk yang bersifat humektan berguna untuk menarik air dari udara dan mengumpulkannya di permukaan kulit. Jadi, Anda bisa memilih toner atau pelembab kulit dengan kandungan humektan, seperti:

  • asam hialuronat atau asam hialuronat,
  • urea,
  • panthenol atau provitamin B5,
  • sorbitol,
  • Gliserin,
  • sayang,
  • agar-agar,
  • AHA, dan
  • natrium laktat.

Perlu Anda ingat, pastikan juga menggunakan bahan pelembab yang bersifat oklusif, seperti squalene, mineral oil, petrolatum, cetyl alcohol dan stearyl alcohol. Oklusif humidifier berguna untuk menahan bahan humektan sehingga dapat menghindari penguapan air secara lebih optimal.

2. Kurangi konsumsi yang menyebabkan dehidrasi

Jauhi konsumsi berlebihan yang mengandung alkohol, kafein dan garam. Minuman dengan alkohol dan kafein bersifat diuretik. Artinya, keduanya bisa menyebabkan campak lebih sering buang air kecil.

Sementara itu, mengonsumsi garam dalam porsi besar akan memaksa ginjal bekerja lebih keras untuk memproduksi natrium melalui urin. Tak hanya itu, natrium bisa menarik air dari sel-sel tubuh. Hal ini menyebabkan tubuh terus kehabisan air sehingga menghadapi dehidrasi, dan hal ini akan mengakibatkan penurunan jumlah air pada kulit.

3. Memenuhi keinginan air

Konsumsi air putih yang cukup dapat mencegah tubuh mengalami dehidrasi. Hal ini diperkuat dengan hasil penelitian cetak Nutrition Reviews (2010). Penelitian ini menunjukkan bahwa konsumsi air dapat meningkatkan ketebalan dan kepadatan kulit.

Tak hanya itu, temuan lain yang dimuat dalam harian Clinical, Cosmetic, and Investigational Dermatology (2015) menyebutkan bahwa kandungan air yang maksimal menghindari gesekan yang keras dari setiap serat pada kulit. Jadi, bentuk kulit juga terjaga dengan baik.

Anda dianjurkan untuk mengkonsumsi 8 gelas air dengan ukuran 230 ml atau 2 liter per hari untuk menghindari kulit dehidrasi. Anda akan menginginkan lebih jika Anda tinggal di daerah yang panas dan kering atau sering bergerak dan melakukan aktivitas fisik.

4. Manfaatkan pelembab udara

Menurut Media Berita Indonesia, humidifier adalah alat yang melepaskan tetesan air ke udara untuk melembabkan ruangan. Warnanya, penggunaan pelembab udara juga berguna untuk mengurangi kulit dehidrasi. Humidifier dapat mengembalikan kadar air pada kulit. Tidak hanya itu, penelitian juga menunjukkan bahwa biji-bijian ini juga memperkuat penghalang kulit.

Dengan demikian, penguapan air pada kulit menyebabkan rusaknya struktur pelindung penghalang kulit. Meskipun berguna, Anda harus memilih pelembab udara dengan hati-hati. Pasalnya, produk yang tidak sesuai justru akan mengakibatkan kelembapan yang berlebihan di dalam ruangan.

Ruangan yang sangat lembap justru menyebabkan berkembangnya jamur yang bisa mematikan bagi kesehatan. Pemilihan humidifier yang menghasilkan tetesan air dengan dimensi nano, bukan mikron.

5. Oleskan tabir surya di siang hari

Tabir surya atau tabir surya diuji untuk mencegah kulit dari paparan sinar matahari langsung. Jika kulit terkena sinar matahari tanpa perlindungan apapun, hal ini dapat mengurangi ion-ion yang tersisa yang dikelilingi oleh molekul pada kulit. Sinar matahari yang terdiri dari ultraviolet B dapat mengganggu struktur pelindung kulit. Efeknya, kulit rata juga kehabisan kandungan air dan menyebabkan dehidrasi.

Tak hanya itu, minyak alami (sebum) juga bermasalah sehingga kulit pun menjadi kering. Jadi, oleskan tabir surya secara teratur di siang hari. Pilih tabir surya dengan SPF minimal 30 untuk perlindungan yang lebih baik.

Kulit dehidrasi terjadi karena kondisi yang menyebabkan kulit kekurangan air, seperti tidak cukup minum air atau rusaknya struktur pelindung kulit. Menggunakan produk perawatan kulit yang tepat dan mengonsumsi air putih yang cukup setiap hari dapat membantu menjaga kadar air dalam kulit tetap maksimal.

Media berita

Comments are closed.