Ad
Ad
Ad
Health

Pahami Perbedaan Antara Hemofilia Dan Thalassemia

Pinterest LinkedIn Tumblr

Media Berita Online – Hemofilia dan Thalasemia, keduanya merupakan kelainan darah dengan ciri genetik. Namun, kedua penyakit ini memiliki beberapa perbandingan, mulai dari penyebab, gejala, dan cara pengobatannya. Apa perbedaan antara hemofilia dan talasemia? Yuk, ikuti uraian selanjutnya!

Perbandingan Penting Hemofilia Dan Thalassemia

memahami perbedaan antara media berita hemofilia dan talasemia 1

Meninjau halaman Viral Harian Indonesia Sama-sama merupakan penyakit yang menyebabkan kelainan pada darah, namun biasanya hemofilia dan talasemia memiliki perbandingan lain.

hemofilia

Mengutip Centers for Disease Control and Prevention (CDC) dan, hemofilia merupakan penyakit yang menyebabkan seseorang menghadapi hambatan dalam perjalanan darahnya. Hal ini terlihat dari epistaksis yang sulit dihentikan saat cedera. Akhirnya, epistaksis dapat mengakibatkan masalah kesehatan yang lebih serius. Biasanya hemofilia sudah bisa dirasakan sejak lahir, namun pada kasus yang sangat jarang, seseorang baru bisa menemukannya di usia yang lebih tua.

Thalasemia

Mengutip Media Berita Harian Sementara itu, talasemia merupakan kelainan yang menyebabkan tubuh tidak mampu memproduksi hemoglobin yang cukup. Hemoglobin merupakan bagian dari sel darah merah yang memiliki peran yang sangat penting, yaitu untuk membawa zat asam ke seluruh bagian tubuh. Dalam kasus talasemia akut (thalassemia utama), seseorang dapat menghadapi kehancuran peralatan apalagi kematian.

Perbandingan pemicu hemofilia dan talasemia

Menurut Daily Online News, Hemofilia dan Thalassemia disebabkan oleh faktor yang berbeda, yaitu sebagai berikut.

Pemicu hemofilia

Hemofilia disebabkan oleh perubahan atau transfer gen sehingga darah rusak atau kekurangan dalam aspek transmisi darah. Aspek perjalanan darah adalah protein yang berfungsi dalam cara perjalanan darah. Transfer gen ini menyebabkan kelainan pada kromosom X.

Ibu yang membawa gen hemofilia (carrier), memiliki peluang 50% melahirkan anak laki-laki dengan hemofilia.

Pemicu Thalasemia

Sementara itu, mengutip Mayo Clinic, pemicu thalassemia adalah transfer dalam DNA sel yang membuat hemoglobin darah. Elemen hemoglobin diatur oleh rantai alfa dan beta. Saat dihadapkan dengan transfer, tubuh akan menghadapi masalah dengan tautan alfa atau beta.

Anda lebih berisiko menghadapi penyakit ini jika Anda memiliki keluarga atau saudara yang menderita thalassemia. Berbeda dengan hemofilia, talasemia tidak terkait dengan jenis kromosom kemaluan tertentu.

Perbandingan jenis hemofilia dan talasemia

Mengulas Berita Media Online Hemofilia dan Thalassaemia masing-masing memiliki jenis yang spesifik sesuai dengan tingkat keparahan dan masalah gen.

Jenis-jenis hemofilia

Ada beberapa jenis hemofilia, tetapi dua yang paling umum adalah:

  • Hemofilia A (hemofilia klasik) disebabkan oleh defek atau kurangnya aspek transmisi darah VIII(8).
  • Hemofilia B (Penyakit Natal) disebabkan oleh defek atau kekurangan aspek pengangkutan darah IX (9).

Jenis-jenis talasemia

Sementara itu, talasemia untuk gen yang sedang mengalami transfer dibagi menjadi 2 jenis lebih lanjut.

  • Thalassemia alfa ketika kerusakan terjadi pada tautan alfa dalam hemoglobin darah, dan
  • Talasemia beta bila terjadi kerusakan pada ikatan beta pada hemoglobin darah.

Di sisi lain, jenis-jenis thalassemia juga dapat dibedakan berdasarkan tingkat keparahannya.

  • Sifat: sangat ringan atau tidak menunjukkan tanda,
  • Minor: adalah untuk membuktikan tanda yang ringan,
  • Menengah: buktikan pertanda lagi, dan
  • Utama: buktikan tanda yang berat.

Perbandingan gejala hemofilia dan talasemia

Perbandingan hemofilia dan thalassemia juga dapat dilihat dari gejalanya masing-masing.

Tanda-tanda hemofilia

Secara umum, ini adalah tanda-tanda hemofilia.

  • Epistaksis pada persendian yang dapat menyebabkan pembengkakan dan mati rasa pada persendian, seperti pada siku, lutut, dan bahu.
  • Epistaksis pada permukaan kulit atau otot yang menyebabkan pembengkakan atau pembengkakan disebut hematoma.
  • Epistaksis di mulut dan gusi, biasanya sulit menghentikan pendarahan jika ada gigi di sebelah kanan.
  • Epistaksis setelah sunat.
  • Epistaksis setelah injeksi.
  • Epistaksis pada anak setelah lahir dengan cara yang sulit.
  • Ada darah saat buang air kecil atau buang air dalam jumlah banyak.
  • Seringkali sulit untuk menghentikan darah jika Anda mengalami epistaksis.

Tanda-tanda Thalasemia

Sementara itu, thalassemia ditandai dengan tanda-tanda berikut:

  • kelelahan yang hebat,
  • tubuh lemas,
  • kulit pucat atau kekuningan
  • perubahan tulang wajah,
  • perkembangan lambat,
  • daerah perut dan dada mengalami pembengkakan, dan
  • urin hitam.

Perbandingan pengobatan untuk hemofilia dan talasemia

Mengutip Berita Media Harian Kedua penyakit ini merupakan kelainan darah yang bersifat turun temurun sehingga sangat sulit untuk dicegah. Di sisi lain, kedua penyakit ini adalah keanehan genetik. Hingga saat ini, belum ada obat yang benar-benar dapat menyembuhkan kedua penyakit tersebut.

Selama hidupnya, penderita hemofilia dan thalasemia perlu melakukan tindakan medis secara teratur seperti transfusi darah. Tujuannya agar organ tubuh dapat berfungsi dengan baik dan terhindar dari terbentuknya komplikasi.

Karena memiliki perbandingan pemicu, penanganan medis untuk hemofilia dan talasemia juga berbeda.

pengobatan hemofilia

Seperti dijelaskan sebelumnya, hemofilia disebabkan oleh kelainan pada aspek penelusuran darah. Oleh karena itu, cara terbaik yang dapat dicoba adalah dengan melakukan pertukaran protein pada aspek permeasi darah.

Tujuannya agar cara blood walker bisa berjalan dengan baik. Triknya adalah dengan masukkan protein jalannya darah ke dalam pembuluh darah. Tindakan ini juga dikenal sebagai profilaksis.

Penderita hemofilia berisiko kehilangan banyak darah hanya karena cedera ringan. Oleh karena itu, agar dapat bertahan hidup, penderita hemofilia perlu melakukan profilaksis secara teratur untuk membantu tubuhnya melancarkan peredaran darah.

Pengobatan Thalasemia

Sedangkan untuk tindakan medis bagi penderita thalasemia dapat ditempuh dengan cara sebagai berikut.

1. Transfusi darah

Dengan kebutuhan transfusi darah, perbandingan transfusi pada hemofilia dan talasemia tampak dari jumlah darah yang dibutuhkan. Pada thalassemia, bagian darah yang dibutuhkan adalah hemoglobin.

Pasien dengan talasemia mayor perlu menggunakan metode ini setiap beberapa minggu. Sayangnya, tindakan ini memiliki efek samping jika digunakan dalam waktu lama, yaitu menyebabkan penumpukan zat besi di dalam tubuh yang dapat membahayakan jantung, pikiran, dan organ vital lainnya.

2. Pengobatan khelasi

Untuk menghindari akumulasi zat besi, penderita talasemia perlu menjalani pengobatan kelasi. Tujuannya adalah untuk membuang beberapa zat besi yang tidak dibutuhkan oleh tubuh. Pengobatan khelasi merupakan cara yang harus dilakukan bersamaan dengan transfusi darah agar tubuh bebas dari risiko komplikasi dan efek samping penyembuhan.

3. Transplantasi sel induk

Transplantasi sel punca disebut juga dengan memasukkan sumsum tulang. Sumsum tulang adalah organ yang bertanggung jawab untuk membuat hemoglobin darah.

Transplantasi biasanya dicoba pada anak-anak dengan talasemia mayor untuk mengurangi kebutuhan akan transfusi darah dan obat-obatan yang perlu dikonsumsi seumur hidup. Dengan begitu, kelebihan zat besi bisa lebih terkontrol. Transplantasi sumsum tulang umumnya dilakukan oleh kerabat kebidanan yang tidak memiliki penyakit tersebut.

Media berita

Comments are closed.