Ad
Ad
Ad
Health

Pahami Sebelum Memberi Telur Setengah Rebus

Pinterest LinkedIn Tumblr

Melalui Rubrik Berita Media, Pada dasarnya Memberi Telur Setengah Rebus kepada anak bukanlah pantangan namun ada kalanya lebih baik memberikan telur matang merata kepada si kecil.

Melalui media informasi virus indonesia Bagi sebagian orang, makan Telur Setengah Rebus memberikan kenikmatan yang berbeda. Teksturnya yang sedikit cair lebih nikmat bagi yang menyukainya. Namun, di balik kenikmatannya, banyak yang mengatakan bahwa telur setengah matang dapat menimbulkan risiko kesehatan, sehingga anak kecil tidak disarankan untuk menyantap hidangan ini.

Bolehkah anak kecil makan telur setengah matang?

pahami sebelum memberi berita media telur setengah matang1

Mengutip Rubrik Media Berita, telur kerap menjadi pilihan menu sarapan anak. Selain karena hemat, telur sangat digemari oleh sebagian besar orang, termasuk anak-anak, bayi, dan orang tua. Tidak hanya enak, ternyata telur merupakan salah satu bahan makanan yang paling segar untuk anak-anak. Sebab, telur memiliki beragam vitamin yang dibutuhkan anak.

Ini termasuk protein, folat, vitamin A, B2, B12, dan D, dan berbagai mineral. Tidak hanya itu, telur juga memiliki asam lemak omega-3 yang baik untuk anak, terutama untuk perkembangannya. Meski nutrisinya sangat beragam, Anda harus memperhatikan cara mengolah telur. Sebab, tanpa Anda sadari, cara Anda menyajikan makanan untuk anak juga bisa mempengaruhi nutrisi yang diserap oleh tubuhnya. Lalu, bolehkah bayi makan Telur Setengah Rebus? Padahal, bayi tidak dianjurkan makan Telur Setengah Masak.

Menurut rubrik berita online, telur yang belum matang rentan terhadap bakteri Salmonella yang dapat membunuh tubuh. Tidak hanya bayi, imbauan ini juga sah untuk anak-anak. Memasukkan anom atau telur setengah matang pada menu makanan pendamping ASI anak dapat berisiko menyebabkan radang bakteri Salmonella.

Ancaman Peradangan Salmonella pada Telur yang Kurang Masak

Mengutip Rubrik Media Harian Ternyata, bukan hanya anak-anak dan anak-anak saja yang perlu menjauhi konsumsi telur setengah matang. Orang tua juga tidak boleh mengkonsumsi telur yang dimasak dengan cara setengah matang. Apalagi bagi orang yang memiliki daya tahan tubuh kecil, seperti ibu berbadan dua dan orang tua.

Alasannya adalah bahwa orang dengan sistem kekebalan yang kecil, termasuk anak-anak dan bayi, lebih rentan terhadap infeksi bakteri Salmonella (salmonellosis) dan menyebabkan tanda-tanda keracunan makanan yang lebih serius. Selain itu, American Academy of Pediatrics mengatakan bahwa peradangan Salmonella lebih sering terjadi pada anak-anak berusia di bawah 4 tahun.

Ada juga penyebaran kuman ini lebih sering dimulai dari produk makanan hewani, seperti daging ayam, telur, dan produk susu. Nah, ketika kuman Salmonella berhasil masuk ke dalam tubuh, hal ini akan menimbulkan tanda-tanda yang mendekati tanda-tanda keracunan makanan. Di antaranya kejang otot perut, mual, muntah, buang air besar, sakit kepala, demam pada anak, hingga anak tidak mau makan.

Tanda ini biasanya muncul 12-72 jam setelah terpapar bakteri Salmonella dari telur setengah matang yang dimakan anak. Keadaan ini umumnya berlangsung selama 4-7 hari. Biasanya, gejalanya hilang dengan sendirinya dan bisa sembuh tanpa penyembuhan. Namun, jika tinja berair pada anak-anak sangat akut, anak Anda mungkin perlu mencari solusi tambahan untuk perawatan semalam di rumah sakit.

Menurut Rubrik Berita Harian Selain itu, bukan tidak mungkin, kuman Salmonella dapat menyebar dari usus ke aliran darah dan bagian tubuh lainnya hingga menyebabkan kematian. Nah, untuk menghindari hal ini, dokter sering memberikan antibiotik saat anak buang air besar secara akut. Namun, dalam beberapa kasus, dokter mungkin tidak memberikan antibiotik kepada anak yang terkena Salmonella setelah makan telur setengah matang.

Ini karena antibiotik sering membuat anak Anda lebih baik lebih lama.

Ingatlah untuk hanya memberi makan telur yang dimasak untuk si kecil Anda

pahami sebelum memberikan berita media telur setengah matang 2

Untuk melindungi kesehatan anak dari penyakit, jangan sesekali membagi Telur Rebus dalam menu makanannya. Pastikan kuning dan putih telur yang Anda masak benar-benar matang. Sebab, memasak telur hingga matang bisa membunuh kuman Salmonella di dalamnya.

Di sisi lain, jika telur tidak matang sempurna, ada kemungkinan bakteri Salmonella akan selalu hidup dan menginfeksi tubuh anak Anda. Nah, untuk membuat telur matang, Anda bisa memasak telur dengan cara direbus atau dijadikan telur dadar, telur mata lembu, telur campur, atau olahan telur lainnya.

Tentu saja, Anda perlu memasak telur pada suhu minimal 71 bagian Celcius. Pastikan telur benar-benar matang dan kuning serta putihnya beku. Tak hanya itu, jangan terlalu sering berbagi olahan telur dadar. Pasalnya, metode wajan bisa meningkatkan kandungan lemak jenuh dalam telur hingga 50 persen.

Ada juga pemberian lemak jenuh yang berlebih dapat meningkatkan risiko penyakit jantung pada anak. Tak kalah ingat, tambahkan juga jenis makanan segar lainnya, seperti sayuran untuk anak-anak. Dengan begitu, si kecil akan mendapatkan asupan vitamin dan mineral yang lebih lengkap dan segar untuk menunjang tumbuh kembang anak.

Berita Media

Comments are closed.