Ad
Ad
Ad
Health

Pahami Tanda-Tanda Infeksi Jamur pada Kulit

Pinterest LinkedIn Tumblr

Rubrik Berita Media – Penyembuhan Infeksi jamur pada kulit biasanya membutuhkan waktu yang lama. Anda mungkin ingin melakukannya dalam hitungan minggu hingga bulan. Lalu, apa saja ciri-ciri infeksi jamur yang akan membaik? Ikuti penjelasan selanjutnya ini.

Berbagai ciri-ciri infeksi jamur kulit akan sembuh

memahami tanda-tanda infeksi jamur pada media berita kulit

meninjau halaman Viral Harian Indonesia Sebagai bagian tubuh terluar, kulit manusia sangat mudah terpapar berbagai mikroba dari daerah dekat, termasuk jamur. Pertumbuhan jamur yang tidak diobati dapat menyebabkan beberapa infeksi jamur pada kulit, seperti kudis (tinea corporis), panu (tinea versicolor), dan kutu air (tinea pedis).

Biasanya, sebagian besar infeksi jamur kulit bisa Anda obati dengan krim atau salep antijamur yang dijual bebas di apotek tanpa resep dokter. Meski terdengar cukup mudah untuk diobati, tampaknya penyakit kulit ini membutuhkan waktu yang cukup lama untuk sembuh total.

Mengutip Rubrik Media Berita, oleh karena itu, penting bagi Anda untuk mengidentifikasi identitas kudis dan infeksi kulit jamur lainnya yang akan membaik seperti ini atas dasar ini.

1. Kurang gatal

Tanda umum infeksi jamur adalah kulit kering bersisik yang umumnya lebih akut daripada luka biasa. Rasa kesemutan pada kulit ini dapat dirasakan lebih sering dan menyebar. Bagi sebagian orang, hal ini juga bisa menimbulkan sensasi terbakar dan menusuk kulit.

Nah, sensasi kesemutan yang Anda alami biasanya akan berkurang jika infeksi jamur mulai membaik.

2. Ruam tidak semakin lebar

Tidak hanya sensasi kesemutan yang berkurang, identitas skabies akan membaik, juga ditandai dengan ruam kulit yang tidak menyebar ke bagian lain. Kudis, nama lain dari kurap, akan menyebabkan ruam kulit berupa cincin yang menjalar ke bagian kulit lainnya jika tidak segera ditangani.

Bagian dalam ruam kudis ini berwarna putih dengan bercak bersisik, sedangkan area di sekitarnya berwarna kemerahan.

3. Komposisi kulit kembali normal

Infeksi jamur juga dapat mengubah komposisi kulit pada bagian yang terkena. Ini menyebabkan kulit kemerahan, kering, bersisik, muncul, mengelupas. Setelah Anda mengatasinya, biasanya beberapa kendala mulai berangsur-angsur hilang. Kulit juga mulai kembali ke keadaan semula, semacam bagian yang tidak diserang jamur.

4. Sisa warnanya gelap atau putih

Krim dan salep antijamur bekerja dengan membunuh jamur dan mencegah pertumbuhan jamur menyebar ke bagian kulit lainnya. Sebagai hasil dari perawatan ini, sisa kulit yang terkena infeksi jamur dapat meninggalkan residu hitam atau keputihan.

Gejala infeksi jamur ini membaik karena kematian jamur yang menyerang kulit Anda.

Bisakah infeksi jamur sembuh dengan sendirinya?

Mengulas Rubrik Berita Online Infeksi jamur dapat disebabkan oleh berbagai jenis jamur, salah satunya pemicu yang paling umum adalah Candida albicans (C. albicans). Jenis infeksi ini, yang juga disebut kandidiasis, sangat jarang sembuh dengan sendirinya tanpa obat. Selain itu, infeksi jamur dapat kembali terjadi jika tidak ditangani dengan benar.

Anda perlu melakukan pengobatan untuk infeksi jamur, termasuk penggunaan obat-obatan medis untuk menggantikan area yang mempengaruhi pertumbuhan jamur. Jika Anda tidak segera menyembuhkan infeksi jamur, gejala yang Anda alami akan semakin parah. Infeksi dapat menyebar ke area terdekat, terutama di lipatan tubuh yang basah.

Rutinitas menggaruk kulit yang kering dapat menyebabkan kulit mengelupas dan berdarah. Ini pasti akan menyebabkan iritasi dan infeksi sambungan yang lebih serius.

Berapa lama infeksi jamur membaik setelah perawatan?

Menurut Rubrik Media Harian, jika Anda merasakan tanda-tanda infeksi jamur pada kulit, sebaiknya segera menjalani pengobatan dengan krim atau salep antijamur yang tersedia di apotek. Clotrimazole (clotrimazole) adalah obat antijamur yang efektif untuk mengobati infeksi jamur, seperti kudis, panu, atau kutu air.

Pengobatan jamur kulit dengan klotrimazol biasanya memakan waktu 7 hari sampai Anda merasakan gejala infeksi membaik. Untuk mencegah infeksi jamur datang kembali, Anda perlu mengoleskan obat antijamur ini ke area kulit yang terkena 2-3 kali sehari selama 2 minggu.

Sementara itu, Anda mungkin memerlukan obat antijamur dengan formula dokter untuk infeksi jamur yang lebih akut dan membutuhkan perawatan yang lebih lama. Obat ini biasanya datang dalam bentuk obat topikal, seperti krim dan salep, dan obat oral dalam bentuk pil oral.

Panduan untuk membantu menyembuhkan infeksi jamur

Mengulas Rubrik Berita Harian Tidak hanya dari pengobatan dengan obat antijamur, Anda juga perlu mempraktikkan beberapa perubahan gaya hidup agar penyembuhan berjalan lebih cepat. Selama pengobatan atau setelah gejala infeksi jamur membaik, Anda perlu melakukan tips berikut ini.

  • Manfaatkan obat antijamur sesuai petunjuk konsumsi atau rekomendasi dokter.
  • Jaga kebersihan tubuh dengan mandi setiap hari.
  • Utamakan kondisi kulit yang selalu bersih dan kering, terutama di bagian lipatan tubuh, seperti ketiak dan akar kukang.
  • Hindari menggunakan handuk atau barang pribadi orang lain untuk menghindari penyebaran jamur.
  • Selalu cuci tangan Anda, terutama setelah berurusan dengan hewan peliharaan.
  • Pastikan untuk mengganti pakaian setiap hari, termasuk pakaian dalam dan kaus kaki agar tetap bersih dan aman.

Para ahli juga merekomendasikan untuk meningkatkan konsumsi makanan probiotik, seperti yogurt yang membantu penyembuhan jika Anda mengalami infeksi jamur. Bakteri Lactobacillus dalam yogurt dapat mengembalikan keseimbangan mikroba dalam tubuh.

Selain itu, penelitian dalam Critical Review in Food Science and Nutrition (2015) menunjukkan bahwa probiotik juga berpotensi untuk mencegah dan mengobati penyakit kulit. Jika Anda ragu untuk memastikan kesembuhan infeksi jamur pada kulit, sebaiknya segera konsultasikan dengan dokter kulit. Dokter akan mendiagnosis jenis infeksi dan meresepkan obat antijamur yang sesuai.

Berita Media

Comments are closed.